counter

Atletik

Peserta Kudus Relay Marathon 2019 beruntung bakal dikirim ke Singapura

Peserta Kudus Relay Marathon 2019 beruntung bakal dikirim ke Singapura

Mantan pebulu tangkis nasional Liliyana Natsir (kanan) dan leganda bulu tangkis Liem Swie King (kedua dari kanan) memberikan keterangan persiapan turun di kejuaraan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019, Kudus, Sabtu (24/8/2019). ANTARA/Bayu Kuncahyo

Jakarta (ANTARA) - Kejuaraan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 mendapatkan respon tinggi dari masyarakat pecinta lari dan pihak panitia penyelenggara berencana mengirimkan peserta yang beruntung ke kejuaraan serupa di Singapura sebagai bentuk apresiasi.

"Nanti satu tim yang dikirim. Jadi ada empat orang. Mereka akan turun di Standard Chartered Singapore Marathon 2019 pada nomor relay," kata Didit dari D&D Race Management di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Tidak hanya itu, para peserta Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 akan memperebutkan total hadiah Rp 189 juta dari seluruh kategori. Selain mendapatkan medali finisher berbentuk puzzle, untuk para peserta yang berhasil menembus garis finis dengan catatan waktu cut of time – tiap pelari 55 menit atau total 220 menit dihitung dari gun time di awal lomba.

"Khusus untuk yang dikirim ke Singapura, kami akan menanggung semua akomodasi dan transportasi bagi peserta yang dikirim ke Singapura. Termasuk uang saku," kata Chief People Officer Tiket.com, Dudi Arisandi.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 edisi kedua ini memang terjadi lonjakan peserta. Saat ini sudah tercatat sebanyak 6.000 peserta atau naik 500 peserta dibandingkan dengan kejuaraan yang sama tahun lalu. Bahkan 50 persen peserta berasal dari luar Kudus.

Kejuaraan ini juga bakal dimeraihkan oleh legenda bulu tangkis asal Kudus seperti Liem Swie King. Selain itu ada nama Hastomo Arbi, Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Denny Kantono, Rudy Herjanto Saputra, Kartono Hari Atmanto, Fung Permadi, Liliyana Natsir, Ivana Lie hingga Tontowi Ahmad.

"Kejuaraan ini juga diikuti tujuh atlet nasional seperti Jauhari Johan. Mereka sudah siap termasuk beberapa komunitas lari. Yang jelas semua tiket yang disiapkan sudah penuh hanya dalam waktu dua bulan," kata Dudi Arisandi menambahkan.

Dudi berharap kejuaraan ini tidak hanya fokus dengan olahraga namun juga berdampak ke sektor lain terutama pariwisata. Apalagi, kota Kudus menyimpan banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata religi, kuliner hingga wisata budaya.

Sementara itu legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King mengaku sudah tidak sabar untuk mengikuti kejuaraan bersama dengan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya. Bahkan dirinya mengaku sudah lebih siap dibandingkan tahun lalu.

"Saya ikut di 5K. Saya juga bawa keluarga. Mereka akan turun di kategori relay," kata Liem Swie King dengan tersenyum.

Baca juga: 11.000 pelari ikuti Maybank Bali Marathon 2019

Baca juga: Borobudur Marathon diharapkan dapat masuk World Marathon Majors

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Komentar