counter

Piala Dunia FIBA

Popovich bela diri setelah Team USA dikalahkan Australia

Popovich bela diri setelah Team USA dikalahkan Australia

Pelatih tim bola basket Amerika Serikat Gregg Popovich memberi arahan sebelum pertandingan eksibisi tim nasional bola basket putra AS di T-Mobile Arena pada 9 Agustus 2019 di Las Vegas, Nevada. Ethan Miller/Getty Images/AFP (AFP/Ethan Miller)

Melbourne, Australia (ANTARA) - Pelatih basket veteran Amerika Serikat Gregg Popovich menegaskan timnya tampil lebih baik saat kalah mengejutkan melawan Australia pada pertandingan persahabatan, sehingga peluang juara dunia basket semakin terbuka.

Kemenangan 98-94 The Boomers di Melbourne, Sabtu, adalah kemenangan pertama mereka dari Amerika Serikat dan memutus rangkaian 78 kemenangan berturut-turut Amerika pada semua pertandingan besar dan eksibisi besar.

Kekalahan ini terjadi hanya satu pekan sebelum mulainya Piala Dunia Basket di mana juara dunia lima kali itu berusaha mempertahankan gelar.

Dan mereka semakin terpukul setelah forward Los Angeles Lakers Kyle Kuzma absen dari turnamen itu karena cedera pergelangan kaki kiri.

Popovich si juru taktik San Antonio Spurs yang cuma bisa mengandalkan skuat muda setelah sejumlah bintang NBA mundur, mengatakan bahwa kekalahan itu adalah bagian dari kurva pembelajaran.

"Kekalahan ini mengartikan kita perlu bermain lebih baik lagi dan menjadi ukuran siapa kamu. Tak ada yang selamanya menang," kata dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: AS merasa harus tingkatkan pertahanan

"Ini kelompok pemain yang bekerja sangat keras untuk mengenal satu sama lain dan mengenal sebuah sistem. Dan apa pun yang datang, kami bisa mengatasinya."

"Tugas kami adalah berusaha tampil lebih baik setiap hari dan kami belajar banyak hal (dari melawan Australia)," sambung dia.

"Kami sebenarnya tim yang lebih baik sekarang dibandingkan dengan awal pertandingan, karena pengetahuan yang kami dapatkan. Jadi, Anda move on saja."

Pertandingan berlangsung seimbang sampai kuarter ketiga tatkala US memimpin sampai selisih bersih 10 poin, tetapi mereka tak bisa memanfaatkan keunggulan ini dan sebaliknya Australia bangkit untuk berbalik memimpin dua poin menjelang 10 menit terakhir.

Saat itulah, guard Patty Mills yang dilatih Popovich di Spurs, meledak, yang mengakhiri pertandingan ini dengan poin tertinggi laga 30 poin untuk mempersembahkan kemenangan amat dikenang kepada The Boomers di hadapan 52.079 fans yang merupakan rekor penonton laga basket terbanyak di Australia.

Baca juga: Australia belajar banyak dari Team USA

Popovich, yang masih menyisakan satu laga pemanasan melawan Kanada di Sydney esok Senin mendinginkan suasana dengan mengungkapkan timnya tidak cukup bagus dalam bertahan.

"Ya itu adalah kartu peringatan kami. Kami mencetak 94 poin dan itu sudah cukup bagus," kata dia seperti dikutip AFP. "Tetapi kami tidak menahan mereka ke tempat di mana kami harus bertahan, dan bagi kami adalah sudah pasti pertahananlah yang harus kami benahi. Kami harus menjadi tim yang bagus dalam bertahan."

Guard Utah Jazz Donovan Mitchell yang mengemas 12 poin mengamini pandangan Popovich dengan mengatakan kekalahan ini sebagai pengalaman berharga. Dia menegaskan bahwa skuat hanya bisa berkumpul bersama selama beberapa pekan yang kebalikan dengan Australia yang memiliki para pemain inti yang sudah bertahun-tahun bermain bersama.

"Kami cuma perlu berbicara agak sedikit banyak dan berkomunikasi," kata dia. "Dan, pada akhirnya nanti, itu mengartikan, kami bermain bersama selama sekitar dua setengah pekan. Kami harus mampu memecahkannya bersama-sama secepat mungkin."

Baca juga: AS menang mudah lawan Australia dalam pemanasan
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar