Paksa mahasiswa baru, empat mahasiswa Unkhair diskor kuliah

Paksa mahasiswa baru, empat mahasiswa Unkhair diskor kuliah

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan diliburkan usai kasus mahasiswa baru dipaksa seniornya meminum ludah dan berjalan jongkok saat masuk kampus dalam pelaksanaan inforient 2019. (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Mahasiswa baru tidak harus mengikuti perintah atau tindakan yang di luar kepatutan saat jalannya kegiatan pengenalan dari para senior
Ternate (ANTARA) - Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara (Malut) menjatuhkan sanksi terhadap empat mahasiswa senior Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan karena memaksakan mahasiswa baru meminum ludah dan berjalan jongkok saat masuk kampus dalam pelaksanaan informasi dan orientasi (inforient).

"Tindakan tidak terpuji empat mahasiswa senior masing-masing FSMA, AE, LM dan NSF dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan ini telah merusak citra kampus dan mereka dikenai sanksi berupa skorsing hingga dua semester," kata Rektor Unkhair Ternate, Prof Dr Husen Alting melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Ternate, Sabtu.

Menurut dia, sesuai hasil pemeriksaan seluruh mahasiswa senior yang terlibat dalam pelaksanaan inforient dan investigasi, maka dijatuhkan hukuman ke pelaku berinisial AE dengan sanksi skorsing perkuliahan selama dua semester dan tiga oknum mahasiswa lainnya FSMA, LM dan NSF mendapat skorsing selama satu semester.

Kasus pemaksaan minum ludah kepada mahasiswa baru ini ramai di media sosial, sehingga Rektor meminta maaf atas terjadinya aksi yang dilakukan para senior terhadap mahasiswa baru di Fakultas Perikanan saat mengikuti kegiatan inforient.

Husen Alting mengatakan, peristiwa terjadi ketika istirahat selesai kegiatan inforient untuk ibadah shalat Ashar. Beberapa oknum mahasiswa tersebut membawa mahasiswa baru ke ruang kelas dan melakukan aksi sebagaimana beredar dalam video.

Bahkan, kegiatan tersebut seharusnya tidak terjadi, dimana ada tindakan di luar kepatutan sebagaimana regulasi dan mekanisme yang diterakan dalam pengenalan mahasiswa baru.

Selain itu, regulasi dan mekanisme yang diterapkan dalam pengenalan mahasiswa tidak dalam bentuk kekerasan dan mendiskriminasi terhadap seseorang, sehingga diharapkan kegiatan tersebut adalah kegiatan akademik yang dapat melahirkan edukasi, inovasi yang kemudian dapat mengembangkan mahasiswa.

Untuk itu, kata Rektor, pihak kampus tidak akan menoleransi atas tindakan yang dilakukan sejumlah mahasiswa terhadap mahasiswa baru. Secara kelembagaan Unkhiar juga menyatakan memohon maaf dan telah mengambil langkah tegas terhadap para pelaku.

Pihaknya berharap agar mahasiswa baru tidak harus mengikuti perintah atau tindakan yang di luar kepatutan saat jalannya kegiatan pengenalan dari para senior sebagaimana diatur dalam ketentuan dan tata cara, karena pihak kampus tidak akan menoleransi kegiatan diskriminasi dan di luar kepatutan.

Sementara itu, pelaku LM dan NSF menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Malut, khususnya mahasiswa baru yang menerima perlakuan di luar kewajaran dan menerima seluruh sanksi dijatuhkan Rektorat Unkhair Ternate.


Baca juga: Anggota panitia diksar Mapala UII akui lakukan kekerasan

Baca juga: Hasil penelitian mahasiswa KKN kebangsaan dipaparkan di Unkhair

Baca juga: Menristekdikti ingatkan larangan kekerasan dalam penerimaan mahasiswa baru

Baca juga: Dana Rp1,5 miliar dialokasikan untuk Fakultas Kedokteran Unkhair


Baca juga: Mahasiswa UGM kembangkan aplikasi bantu pelaporan kekerasan

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendikbud larang sekolah seenaknya sanksi siswa

Komentar