Amien Rais Menilai Pemberian BLT Pembodohan Bagi Rakyat

Bandarlampung (ANTARA News) - Mantan Ketua MPR-RI, Prof Dr HM Amien Rais menilai, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) merupakan sebuah pembodohan secara terang-terangan kepada rakyat Indonesia. "Ini merupakan trik atau cara pemerintah untuk mendapatkan simpati dari kaum dhuafa sebanyak 19,1 juta keluarga atau sekitar 70 juta jiwa," kata Amien, pada ceramah umum (studium generale) Muktamar ke-13 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di Bandarlampung, Jumat malam. Pemerintah sok sayang, iba, kasih! Pilih lagi dong! Menurut mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, berdasarkan temuan Undip dan UGM, ternyata para penerima BLT tersebut tidak berpikiran seperti mahasiswa atau kaum menengah ke atas, dan mereka tahunya pemerintah sangat iba, sayang, dan kasih kepada orang-orang miskin. "Mereka mengatakan besok kita pilih lagi. Hanya itu sesungguhnya. Memang ini akan memberatkan dengan kenaikkan harga sembako dan lainnya, tetapi sebagian rakyat kita kondisinya seperti itu," kata dia lagi. Amien menyatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sudah terlalu banyak dikomentari oleh berbagai pihak. Tapi dia menilai, dalam kemelut harga minyak dunia yang meninggi saat ini, di negara-negara lain tidak ada kemelut berupa protes, hanya terjadi di Indonesia. "Tapi kalau rakyat Indonesia tidak marah keterlaluan, karena memang layak marah," kata dia pula. Pemerintah kalap, mau jual-jual Ia pun menilai, pemerintahan sekarang sedang "kalap", apalagi berencana akan menjual sekitar 44 BUMN, diantaranya Garuda Indonesia, PT Sucofindo, PT Krakatau Steel, BNI 46, BDN, PTPN III, PTPN VIII, dan BUMN lainnya. "Dulu ketika menjual Indosat saja, kita sudah kecewa, dan ketika ingin membeli lagi, si pembelinya tidak mau mengembalikan," kata dia. Empat pusat korupsi! Babat habis! Menjawab pertanyaan mahasiswa, Amien juga menjelaskan tentang pemberantasan korupsi, dengan mengutip rekan dan seniornya di UGM bahwa episentrum korupsi pusatnya ada empat. "Pertama di Cendana, Istana Negara, pengusaha, dan senjata. Tetapi yang paling penting adalah di Istana karena pemegang kekuasaan di sana," ujar dia. Karena itu, menurut Amien, pemberantasan korupsi harus serius dilakukan dari sana, sehingga akan terlaksana pemberantasan korupsi di negeri ini.(*)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar