Tinju

Incar sabuk juara dunia, Ongen Saknosiwi ceritakan perjalanan karirnya

Incar sabuk juara dunia, Ongen Saknosiwi ceritakan perjalanan karirnya

Ongen Saknosiwi melakukan pemanasan sebelum berlatih di Singapura. ANTARA/HO/Mahkota Promotion

Jakarta (ANTARA) - Perjalanan petinju asal Pulau Buru, Maluku, Ongen Saknosiwi hingga bisa maju pada kejuaraan internasional untuk memperebutkan gelar juara kelas bulu WBC Asia Continental bukan perjalanan yang mudah.

Petinju berusia 25 tahun itu bercerita ia harus meninggalkan kampung halamannya untuk mencari peruntungan nasib hingga ke Tangerang, Banten pada 2011.

“Waktu itu ditawari untuk bertinju di Tangerang oleh almarhum Wiem Sapulette di sasana miliknya. Saya bergabung di sana pada 2011 hingga 2014,” kata Ongen dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Marciano Norman pertemukan tiga juara dunia tinju asal Indonesia

Ongen Saknosiwi akan bertarung di panggung tinju dunia menghadapi petinju Thailand, Nanthawat Maolichat, dalam perebutan gelar juara kelas bulu WBC Asian Boxing Council Continental di Singapura, Sabtu (7/9).

Dalam perjalanan karirnya bisa ikut dalam kejuaraan tinju dunia, Ongen mengatakan ia mengenal tinju pertama kali dari ayahnya. Sejak SD, ia sudah sering menonton tinju, hingga pada usia 17 tahun ia memutuskan untuk bergabung dengan sasana tinju di dekat rumahnya.

Bakat tinju Ongen diketahui oleh mantan petinju nasional Wiem Sapulette. Peraih medali perak tinju kelas bantam SEA Games Singapura 1983 itu mengajak Ongen untuk bergabung dengan sasana miliknya.

Sejak bergabung di situ, Ongen juga terdaftar pada pelatnas tinju junior yang dipersiapkan untuk kejuaraan dunia di Armenia pada 2012, meskipun pada akhirnya ia tidak berangkat.

Namun, tekad Ongen untuk menjadi petinju profesional pun goyah karena ia menganggap menjadi petinju tidak bisa menjamin kehidupannya di masa depan. Pada 2014, ia daftar dan diterima menjadi prajurit TNI-AU.

Saat menjadi perwira, Ongen justru mendapat dukungan penuh untuk melanjutkan karir tinjunya. Ia pun bergabung dengan sasana binaan TNI-AU Dirgantara Boxing Club dan turun di PON 2016 di Jawa Barat.

Setelah mengikuti PON, Ongen memutuskan untuk menjadi petinju profesional dan bergabung dengn manajemen Mahkota Promotion. Hingga saat ini, ia memiliki rekor enam kali menang dan KO.

“Dengan berada di bawah manajemen Mahkota Promotion, saya yakin tinju bisa jadi tumpuan hidup. Saya juga tidak lagi pusing mencari lawan. Sekarang target saya ingin menjadi juara dunia. Lebih cepat lebih baik. Saya akan berlatih dengan lebih keras lagi,” kata petinju yang mengidolakan Yuriorkis Gamboa ini.

Baca juga: Usai TKO petinju Thailand, Daud Yordan harap tarung di tingkat dunia
Ongen Saknosiwi melakukan pemanasan sebelum berlatih di Singapura (ANTARA/HO)



Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mempersiapkan generasi Petinju Putri Indonesia

Komentar