counter

Merayakan patah hati di konser Didi Kempot

Merayakan patah hati di konser Didi Kempot

Suasana konser Didi Kempot di Live Space SCBD, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (ANTARA/Yogi Rachman)

Saya senang karena penyanyi daerah tidak kalah tampil dengan artis dari luar negeri."
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi campur sari Didi Kempot sukses membuat Sobat Ambyar (sebutan fans Didi Kempot) yang memadati Live Space SCBD, Jakarta, Jumat malam, galau berjamaah dengan deretan lagu-lagu bertema patah hati.

Pria yang dijuluki sebagai "The Godfather of Broken Heart" itu tampil di atas panggung sekitar pukul 20.30 WIB, setelah penampilan pembuka dari Feel Koplo.

Sebuah tarian tradisional mengawali penampilan dari Didi Kempot. Tak lama berselang bait lagu dari "Sewu Kutho" pun mengalun dan langsung disambut sorakan antusiasme penonton.

Baca juga: Didi Kempot siap bikin ambyar penonton "Konangan Concert"

Baca juga: "The Lord Didi" tetap percaya diri walau K-Pop merajai industri


Didi Kempot tampil gagah dengan mengenakan setelan jas hitam dan blangkon di kepala yang sudah menjadi ciri khasnya ketika manggung.

"Ternyata, di Jakarta masih banyak yang mencintai budaya tradisional. Luar biasa. Yang nonton cantik dan ganteng, saya lihatnya berasa muda lagi," kata Didi Kempot usai membawakan "Sewu Kutho".

Selanjutnya, ia secara berturut-turut melantunkan lagu "Layang Kangen", "Banyu langit", hingga "Cidro". Paduan suara massal pun tercipta dari para Sobat Ambyar yang hafal setiap lagu yang dibawakan Didi Kempot.

Mereka ikut menyanyikan lagu patah hati Didi Kempot dengan penuh penghayatan sambil bergoyang mengikuti alunan musik. Dominasi suara penonton, bahkan sampai menutup alunan suara Didi Kempot.

Didi Kempot tak hanya tampil sendiri di atas panggung. Dia juga mengajak Sisca JKT48 berduet di lagu "Suket Teki", dan juga Cita Citata di lagu "Stasiun Balapan" sehingga suasana semakin meriah.

"Saya senang karena penyanyi daerah tidak kalah tampil dengan artis dari luar negeri," kata Didi Kempot, memuji sambutan meriah yang diberikan penonton.

Di lagu "Dalan Anyar", Didi Kempot meminta penonton untuk menyalakan flash dari ponsel. Seketika, ruangan konser dipenuhi cahaya putih.

Hingga tiba di lagu "Pamer Bojo" yang menjadi salah satu lagu yang paling ditunggu oleh penonton untuk dibawakan. Lagu tersebut seolah menjadi akhir dari penampilan Didi Kempot.

Namun, penonton yang kurang puas meminta "The Godfather of Broken Heart" untuk kembali menyanyikan lagu andalan lainnya usai "Pamer Bojo" dibawakan.

Didi Kempot pun menyanggupi permintaan tersebut dan membawakan lagu "Ketaman Asmara", yang benar-benar menjadi sajian penutup konsernya di Jakarta.

Euforia konser Didi Kempot malam itu pun masih terasa bahkan hingga penonton keluar ruangan Live Space SCBD. Para Sobat Ambyar masih menyanyikan bait lagu Didi Kempot dengan diselingi jargon "Cendol Dawet" yang menjadi viral saat ini.

Baca juga: Sorakan sobat ambyar warnai penampilan Feel Koplo

Baca juga: Didi Kempot bahagia musiknya tak hanya diapresiasi orang Jawa

Baca juga: Alasan Didi Kempot bikin lagu patah hati

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Didi Kempot ajak musisi lain angkat seni budaya daerah

Komentar