PLN targetkan listriki Kepulauan Masalembu Madura pada 2020

PLN targetkan listriki Kepulauan Masalembu Madura pada 2020

Petugas PLN memeriksa transmisi di Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono No 4 Segoromadu Kebomas Gresik, Jatim. (ANTARA/Abdul Malik Ibrahim))

Komitmen dan kesungguhan PLN untuk melistriki seluruh wilayah Jawa Timur selaras dengan target pemprov yang menargetkan tahun 2021 seluruh penduduk Jawa Timur dapat menikmati aliran listrik baik di daratan maupun kepulauan
Surabaya (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menargetkan bisa melistriki Kepulauan Masalembu, Madura, Jawa Timur, pada 2020, sesuai hasil audiensi yang diselenggarakan di Dinas ESDM Jawa Timur, karena adanya tuntutan warga yang belum teraliri listrik.

"Komitmen dan kesungguhan PLN untuk melistriki seluruh wilayah Jawa Timur selaras dengan target pemprov yang menargetkan tahun 2021 seluruh penduduk Jawa Timur dapat menikmati aliran listrik baik di daratan maupun kepulauan," kata Senior Manager General Affairs PLN UID Jatim, A Rasyid Naja di Surabaya, Kamis.

Rasyid mengatakan, selama ini masyarakat Masalembu telah mendapatkan sumber aliran listrik dari PLTD berkapasitas 500 kW yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Koperlindo, namun tidak semua, dan tercatat jumlah pelanggan yang dikelola PLTD mencapai 656 pelanggan dengan panjang Jaringan Tegangan Menengah 1.735 kms, dan Jaringan Tegangan Rendah 4.450 kms.

"Oleh karena itu, kami menjanjikan Kepulauan Maselembu dapat dialiri listrik semua pada tahun 2020, dengan menyepakati dibangunnya PLTS Komunal dengan baterai (Off Grid) berkapasitas 300 kWp. Alasan pemilihan pembangkit listrik tenaga surya ialah besarnya potensi energi matahari di pulau tersebut," katanya.

Baca juga: PLTS siap alirkan listrik di delapan kepulauan wilayah Madura

Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur mengklaim elektrifikasi Jawa Timur khususnya di Madura mencapai 98 persen, namun masyarakat Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep membantah, sebab tidak semua merasakan listrik.

Ketua Asosiasi Masyarakat Masalembu Peduli Listrik, Ahmad Juhari mengatakan di Maselembu listrik masih belum maksimal, dan hanya mampu menyala selama 6 Jam mulai pukul 17.30 hingga 23.30 WIB.

"Pasokan listrik hanya cukup untuk menyala selama 6 jam, setelah itu ya gelap lagi," ujar Juhari. 

Oleh karena itu, dia mendukung penuh upaya PLN yang memfasilitasi dan membantu proses survei, sosialisasi, pengadaan lahan, perizinan hingga tahap pembangunan PLTS sebagai komitmen untuk melistriki seluruh wilayah Madura.

Baca juga: PLN : Rasio elektrifikasi Jatim meningkat menjadi 98,67 persen
 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar