counter

Wiranto: Karhutla berkurang, tinggal 10 persen

Wiranto: Karhutla berkurang, tinggal 10 persen

Menko Polhukam Wiranto saat memimpin rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/9/2019) (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan sekarang ini tinggal 10 persen.

"Total dari wilayah-wilayah yang kita anggap kritis kebakaran hutan sudah berkurang 90 persen," katanya, saat membuka Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

Semakin berkurangnya titik api Karhutla, kata dia, menandakan upaya hujan buatan berhasil dan diharapkan segera disusul dengan turunnya hujan alami memasuki musim penghujan.

Baca juga: Penanganan karhutla berlanjut, KLHK segel 62 lahan perusahaan terbakar

"Mudah-mudahan disusul oleh hujan beneran. Hujan sesungguhnya tentu akan menghabiskan titik-titik api di wilayah kebakaran," katanya.

Meski titik api Karhutla tinggal tersisa 10 persen, Wiranto mengakui dampak asap masih dirasakan.

Akan tetapi, kata dia, setidaknya bahaya asap dan penyakit-penyakit, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sudah tidak terlalu mengkhawatirkan seperti sebelumnya.

Baca juga: Kabut asap seakan jadi "tradisi" tahunan

"Kita sudah instruksikan para gubernur untuk melakukan suatu upaya-upaya yang lebih giat lagi, supaya titik api yang tinggal sedikit itu segera habis," katanya.

Hadir dalam Rakortas itu, antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkominfo Rudiantara, dan Menkes Nila Moeloek.

Selain Karhutla, Rakortas itu juga membahas berbagai persoalan lain, seperti pelantikan presiden-wakil presiden, DPR, konflik Papua, penanganan gempa Ambon, dan kesiapan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.


Baca juga: Irwasum Polri tinjau posko siaga Karhutla Sumsel
 

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luhut tidak takut bercengkerama dengan masyarakat

Komentar