Kejuaraan Dunia Atletik

Steven Gardiner persembahkan emas untuk Bahama yang dilanda bencana

Steven Gardiner persembahkan emas untuk Bahama yang dilanda bencana

Pelari Bahama Steven Gardiner merayakan kemenangannya setelah menjuarai lari 400 m putra pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar (4/10/2019) (AFP/JEWEL SAMAD)

Jakarta (ANTARA) - Pelari Bahama Steven Gardiner mempersembahkan emas 400 m putra pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, Sabtu WIB, di tengah kondisi negaranya yang hancur setelah dilanda bencana angin topan hebat September lalu.

Gardiner yang sempat mengalami cedera achilles awal musim ini keluar sebagai juara dunia setelah membukukan waktu 43,48 detik. Hasil itu membuatnya menjadi pelari 400 m keenam tercepat dalam sejarah.

Pelari Kolombia Anthony Zambrano meraih medali perak dengan catatan waktu 44,15 detik, disusul oleh pelari AS Fred Kerley dengan 44,17 detik.

Baca juga: 2.500 orang hilang di Bahama akibat badai Dorian

Sementara itu, mantan juara dunia sekaligus peraih emas Olimpiade Rio 2016 Kirani James harus puas berada di posisi kelima dalam menjalani debut comeback-nya ini setelah mengalami cedera pada beberapa musim terakhir.

Meskipun Bahama sedang dilanda kesedihan akibat angin topan, Gardiner akhirnya berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan tampil tanpa beban untuk mempersembahkan emas bagi negaranya.

"Badai Dorian memberikan dampak yang luar biasa buruk bagi keluarga dan negara saya," kata Gardiner dikutip dari Reuters.

"Saya hanya ingin datang ke sini untuk memberikan yang terbaik. Teman-teman dan keluarga saya ingin saya tetap bertanding, dan saya berhasil membawa emas untuk negara saya. Saya ingin kembali (ke Bahama) dan membuat negara saya bangga."

Badai Dorian, badai kategori 5 dan badai Atlantik terkuat yang pernah tercatat, menghantam kepulauan Bahama pada 1 September lalu. Topan tersebut telah memporak-porandakan sebagian rumah-rumah penduduk dan menewaskan sekitar 50 orang.

"Semua orang dievakuasi. Rumah saya rusak tapi tidak sampai hancur," tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Bahama turut menonton penampilannya lewat televisi dan berpesta bersama di Nassau, wilayah bagian yang tidak terlalu terdampak kerusakan parah.

"Ini perasaan yang luar biasa (setelah menang). Saya ingin menjadi juara dunia dan di sini lah saya sekarang."

Baca juga: Mutaz Barshim pertahankan gelar juara dunia lompat tinggi

Baca juga: Noah Lyles sabet emas 200m putra

Baca juga: Christian Coleman juara dunia 100 meter

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar