BPJS: JKN sudah berikan banyak manfaat untuk masyarakat

BPJS: JKN sudah berikan banyak manfaat untuk masyarakat

Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno memberikan sambutan di acara diskusi terkait JKN di Universitas Indonesia Depok, Kamis. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno mengatakan program Jaminan Kesehatan Nasional telah memberikan banyak manfaat untuk penduduk Indonesia meski masih mendapat penolakan di masyarakat.

"JKN sudah memberikan banyak manfaat. Hingga saat ini sudah 221 juta peserta dari jumlah penduduk Indonesia ata 83,41 persen dan PR kita sekitar 16,59 persen lagi untuk cover seluruh penduduk Indonesia," kata Mundiharno dalam diskusi terkait JKN di Universitas Indonesia Depok, Kamis.

Mundiharno menjabarkan sekitar 640 ribu layanan kesehatan dimanfaatkan oleh peserta JKN setiap harinya di 23 ribu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.455 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Menurut dia, layanan kesehatan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan jumlah yang begitu besar tersebut belum pernah terbayangkan bisa dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

Dia menjelaskan, data tersebut menghapuskan berita-berita saat sebelum era JKN tentang masyarakat yang terpaksa dipulangkan dari RS karena kehabisan biaya atau tidak berani berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya.

Baca juga: Legislator minta sanksi penunggak iuran BPJS Kesehatan dikaji ulang

Mundiharno menjabarkan bahwa BPJS Kesehatan telah menyalurkan Rp94 triliun pada tahun 2018 untuk pembiayaan layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, klinik, hingga rumah sakit baik milik pemerintah maupun RS swasta.

Namun yang menjadi masalah, lanjut Mundiharno, hal tersebut tidak terekspos kepada publik melainkan hanya komplain dan kekurangan dari program yang banyak diketahui publik.

"Masalahnya sekarang masyarakat yang menjadi pasien yang merasakan manfaat dari program JKN adalah 'silent majority', diam tidak terekspos. Yang terekspos adalah komplain," kata dia.

Mundiharno juga mengakui bahwa memang program JKN masih membutuhkan penyempurnaan dari persoalan-persoalan yang dihadapi. "Penyelenggaraan JKN selama lima tahun belum cukup, tapi bisa kita lihat persoalan yang ada semakin sedikit dan semakin sedikit," kata dia.

Dia menerangkan saat ini survei kepuasan peserta terhadap pelayanan JKN berada di angka 79,9 persen. Menurut para pakar, tingkat kepuasan mencapai 80 persen untuk layanan jaminan sosial sudah cukup bagus.

Baca juga: Pengamat setuju penerapan sanksi peserta BPJS Kesehatan tunggak iuran
Baca juga: Legislator: Kenaikan iuran BPJS Kesehatan seharusnya pilihan terakhir


Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gandeng PWI Malang Raya, BPJS Kesehatan ajak pedagang perangi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar