counter

Kadin dorong KEK jadi ujung tombak industri manufaktur dan pariwisata

Kadin dorong KEK jadi ujung tombak industri manufaktur dan pariwisata

Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) bertukar nota kesepahaman dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani seusai ditandatangani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Kemenko Perekonomian kembali memperpanjang kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan Kadin Indonesia untuk meningkatkan peran serta dunia usaha dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

KEK mempunyai manfaat melahirkan pusat pertumbuhan baru di daerah
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dapat menjadi ujung tombak bagi pertumbuhan industri manufaktur dan pariwisata.

"KEK ini banyak insentif fiskal maupun kemudahan berusaha, sehingga membuat KEK menjadi sangat-sangat menarik dan menjadi ujung tombak manufaktur dan pariwisata," kata Rosan di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Rosan menjelaskan pembangunan KEK mempunyai manfaat melahirkan pusat pertumbuhan baru di daerah karena dapat menciptakan lapangan kerja serta menekan tingkat kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.

Baca juga: Pemerintah pastikan 17 KEK terwujud pada akhir 2019

Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam pengembangan KEK, seperti multitafsir terhadap regulasi yang ada, agar investasi di KEK makin meningkat.

"Kami melakukan sosialisasi kepada anggota dan dunia usaha, termasuk calon investor, agar memahami bahwa investasi di KEK benar-benar investasi yang cepat, mudah, dengan perizinan lebih jelas. Koordinasi dengan K/L terkait juga dilakukan agar yang tidak efisien bisa berkurang," ujarnya.

Menurut Rosan, pembenahan dalam iklim berusaha untuk pengembangan KEK menjadi penting karena Indonesia harus mencari peluang dari tingginya tensi perang dagang apalagi negara-negara lain sudah melakukan reformasi dengan hasil yang memadai.

"Kita ingin kebijakan yang benar-benar friendly dan simplified untuk meningkatkan iklim investasi, karena kenyataannya kita tertinggal dari negara-negara lain. Mereka terus mereformasi kebijakan dan melakukan penyempurnaan agar kemudahan berusaha dan daya saing meningkat," katanya.

Pemerintah menargetkan 17 KEK terbentuk pada akhir 2019 sesuai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Saat ini, baru 10 KEK yang telah beroperasi sepenuhnya, karena tiga KEK masih dalam tahap pembangunan dan empat KEK baru dalam tahap penetapan.

Sebanyak 13 KEK sudah diresmikan pemerintah yang delapan di antaranya bergerak dalam industri pengolahan dan lima sektor pariwisata.

Hingga Oktober 2019, komitmen investasi di seluruh KEK yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp85,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.686 orang.

Dari komitmen tersebut, total nilai realisasi investasi di KEK baru mencapai Rp21 triliun.

Baca juga: Pemerintah perpanjang komitmen dengan Kadin untuk pengembangan KEK
Baca juga: KEK Singhasari dorong Malang Raya jadi destinasi wisata internasional

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kadin Indonesia bangun fasilitas publik di Lombok Utara

Komentar