Crafina 2019 targetkan transaksi Rp20 miliar

Crafina 2019 targetkan transaksi Rp20 miliar

(Paling kiri) Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan dan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (tengah) dalam pembukaan Crafina 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (16/10/2019). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pameran produk industri kreatif, Crafina kembali digelar pada tahun ini dengan target nilai transaksi mencapai Rp20 miliar.

"Pameran ini diselenggarakan ke-12 kali, menyajikan kerajinan unggulan dari para pengrajin seluruh Indonesia. Insha Allah akan memanjakan pengunjung dengan showcase kerajinan terbaik persembahan anak negeri," ujar Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan dalam pembukaan Crafina 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu.

Lebih lanjut, Muchsin mengatakan, Crafina tahun ini mengusung tema "From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“ diikuti sekitar 357 perusahaan kerajinan Indonesia dan diharapkan bisa menggaet 40 ribu pengunjung.

Baca juga: 42 motif batik khas Minang dipatenkan

Baca juga: Sejumlah desainer unjuk karya pada Jambi Fashion Festival 2019


Berbagai produk yang ditampilkan antara lain berbasis tekstil, kayu, batu-batuan, logam, mineral, fiber dan kulit.

Selain itu, pameran juga diramaikan berbagai acara seperti, workshop membatik bersama KitaBatik, dan pertunjukan kesenian persembahan dari Dinas Pariwisata Sumatera Barat.

Lalu, penampilan kesenian Reog Ponorogo, serta lantunan lagu-lagu nusantara yang akan dibawakan secara acapella oleh Pentaboyz.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengapresiasi penyelenggaraan Crafina 2019 salah satunya karena bisa menonjolkan budaya Indonesia.

"Industri kerajinan salah satu industri yang menonjilkan nilai budaya Indonesia, selain menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing global dan menyerap tenaga kerja," kata dia.

Gati menuturkan, nilai ekspor kerajinan pada periode Januari-Agustus 2019 mencapai 593 juta dolar Amerika Serikat.

"Ini meningkat walau sedikit dibandingkan tahun 2018," tutur dia.

Crafina 2019 diharapkan mengangkat originalitas produk kerajinan Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berkecukupan di Indonesia dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unggulan.

Pameran yang merupakan kerja sama pelaku industri kerajinan Indonesia, ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) berlangsung mulai hari ini hingga 20 Oktober 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Baca juga: Hari ini ada Jajan Festival hingga pameran Crafina 2018

Baca juga: Hari ini ada pameran kerajinan tangan hingga festival jajan

Baca juga: Mufidah Kalla ingin industri kerajinan tingkatkan daya saing

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin dorong IKM Kalsel go-digital

Komentar