Kontrak dagang TEI hari pertama capai 392,4 juta dolar AS

Kontrak dagang TEI hari pertama capai 392,4 juta dolar AS

Ilustrasi. Penandatangan perjanjian budidaya ikan terpadu oleh konsorsium perusahaan-perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD City, Tangerang pada Rabu (16/10/2019). (KBRI Oslo)

Kontrak misi pembelian masih akan terus meningkat hingga hari terakhir penyelenggaraan TEI 2019
Tangerang (ANTARA) - Kontrak dagang di ajang pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 pada hari pertama yakni Rabu (16/10) mencapai 392,3 juta dolar AS serta ditandatangani dengan 54 nota kesepahaman (MoU).

“Pada hari pertama pelaksanaan TEI 2019, sebanyak 54 MoU kontrak misi pembelian dengan 17 negara telah ditandatangani. Kontrak misi pembelian masih akan terus meningkat hingga hari terakhir penyelenggaraan TEI 2019,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Dody Edward di Tangerang, Kamis.

Penandatanganan berlangsung di sela-sela TEI di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.

Baca juga: Kemendag gaet investor lewat Forum Dagang dan Investasi

Ketujuhbelas negara yang menandatangani kontrak misi pembelian tersebut antara lain Jepang, Mesir, Amerika Serikat (AS), Malaysia, Somalia, Spanyol, India, Australia, Kanada, Brasil, Korea Selatan, Hongaria, Libya, Thailand, Belanda, Belgia, dan China.

“Kami menyambut baik kontrak misi pembelian dari negara-negara tersebut. Khusus untuk Somalia, ini adalah kontrak misi pembelian perdana. Diharapkan, kontrak dari Somalia ini dapat memacu kinerja perwakilan RI di luar negeri menembus lebih banyak lagi pasar nontradisional,” lanjut Dody.

Produk-produk yang diminati pada misi pembelian tersebut antara lain produk kertas, bumbu, produk makanan dan minuman,furnitur, alat-alat medis, kerajinan tangan, furnitur, dan sarang burung walet.

MoU pembelian produk sarang burung walet bertepatan dengan pelaksanaan Indonesia-China Bird’s Nest Business Forum and Business Matching dan disaksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dody menegaskan, program misi pembelian terus dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional.

“Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan dan atau transaksi dalam rangka ekspor,” jelas Dody.

Dody juga mengapresiasi kinerja perwakilan RI di luar negeri atas keberhasilannya membawa para pembeli.

“Diharapkan para perwakilan RI di luar negeri dapat semakin optimal mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia sehingga dapat meningkatkan ekspor nasional,” pungkas Dody.

Baca juga: Indonesia-China tingkatkan perdagangan sarang burung walet
Baca juga: Kemendag pastikan pengamanan pada gelaran Trade Expo Indonesia


 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TEI 2019 tingkatkan transaksi eksportir

Komentar