Misi pembelian TEI hari keempat capai 3,16 miliar dolar AS

Misi pembelian TEI hari keempat capai 3,16 miliar dolar AS

Dokumentasi - Penandatangan perjanjian budidaya ikan terpadu oleh konsorsium perusahaan-perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD City, Tangerang pada Rabu (16/10/2019). ANTARA/KBRI Oslo/pri.

Pada hari keempat gelaran TEI 2019, telah dilakukan 8 penandatanganan Mou dengan 5 negara.
Jakarta (ANTARA) - Program misi pembelian (buying mission) Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 sampai hari keempat berhasil membukukan kontrak dagang senilai 3,16 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut diperoleh dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Sabtu (19/10) sebesar 2,01 miliar dolar AS; hari ketiga (18/10) sebesar 587,15 juta dolar AS; hari kedua (17/10) sebesar 169,3 juta dolar AS; dan hari pertama (16/10) sebesar 392,4 juta dolar AS.

“Pada hari keempat gelaran TEI 2019, telah dilakukan 8 penandatanganan Mou dengan 5 negara. Dengan demikian, total telah ditandatangani 112 MoU dengan 30 negara,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Dody Edward lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Penandatanganan dilakukan di sela gelaran TEI 2019 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.

Baca juga: Pengusaha Indonesia-Italia teken kontrak dagang 60 juta dolar AS

Kelima negara yang menandatangani kontrak pada hari keempat antara lain, Jerman dengan pembelian produk boneka, Rumania untuk pembelian produk kertas, Yordania dengan pembelian produk makanan olahan, Mesir dengan pembelian produk alat tulis dan makanan olahan, serta Tiongkok dengan investasi pembangunan pabrik daur ulang di kawasan berikat di kota Medan, Sumatera Utara.

Dody menegaskan, program misi pembelian terus dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional. Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan promosi dari Kemendag untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan dan atau transaksi dalam rangka ekspor.

Sebelumnya, pada hari pertama terdapat 54 MoU yang ditandatangani, hari kedua 33 MoU, hari ketiga 11 MoU. Pada hari kedua juga terdapat tambahan penandatanganan enam MoU untuk komoditas sarang burung walet dengan Tiongkok dengan nilai sebesar 24 juta dolar AS.

“Diharapkan semakin banyak negara melakukan penandatanganan MoU kontrak dagang di TEI 2019, sehingga nilai capaian transaksi semakin bertambah,” pungkas Dody.
Baca juga: Indonesia bukukan kontrak dagang dengan Jepang di TEI 2019

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TEI 2019 tingkatkan transaksi eksportir

Komentar