Empat pendaki yang terjebak di Marapi berhasil dievakuasi

Empat pendaki yang terjebak di Marapi berhasil dievakuasi

Empat pendaki Marapi yang selamat setelah sempat terjebak badai di gunung tersebut berada di posko pendakian di Kotobaru, Minggu (20/10/2019). ANTARA/Ira Febrianti.

Akhirnya sampai pagi bertahan saling berdekatan agar tetap hangat. Kondisi sampai pagi angin masih tetap kencang
Tanah Datar, Sumbar (ANTARA) - Empat pendaki Gunung Marapi, Sumatera Barat, yang terjebak badai berhasil dievakuasi dan sampai di posko pendakian di Kotobaru, Kabupaten Tanah Datar, dalam kondisi sehat, Minggu.

Empat pendaki ditemukan tim evakuasi tidak jauh dari Tugu Abel dan sampai kembali ke posko pendakian sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Salah seorang pendaki Rahmat Taufik (22) menceritakan dirinya bersama tiga temannya sedang dalam masa libur kuliah lalu memilih mengisi waktu mendaki gunung.

Mereka berempat mulai mendaki pada Sabtu (19/10) pagi dan sampai Tugu Abel pukul 18.00 WIB kemudian mendirikan tenda.

Baca juga: Proses evakuasi diupayakan SAR untuk pendaki di Gunung Marapi
Baca juga: Evakuasi 13 pendaki dari Gunung Raung berlangsung menegangkan

"Sekitar pukul 19.00 WIB mulai ada badai. Angin kencang dengan hujan intensitas sedang. Makin malam angin justru makin kencang sehingga pukul 22.00 WIB memilih meminta bantuan," katanya.

Saat itu, ujarnya untuk meminta pertolongan kepada pendaki lain tidak memungkinkan karena jarak tenda berjauhan serta jarak pandang terbatas akibat kabut tebal.

Baca juga: Tujuh WNA Singapura yang terjebak kebakaran Gunung Raung selamat

Salah seorang rekannya yang menghubungi posko untuk meminta pertolongan, juga mendapat instruksi agar tidak berpindah lokasi supaya memudahkan ketika tim evakuasi melakukan pencarian.

"Akhirnya sampai pagi bertahan saling berdekatan agar tetap hangat. Kondisi sampai pagi angin masih tetap kencang," katanya.

Camat X Koto, Tanah Datar Khairunnas mengatakan masalah saat pendakian ke gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu bukan kali pertama.

Ia mengimbau pendaki agar mematuhi aturan yang telah dipasang di posko Kotobaru seperti tidak mendekati puncak dalam radius tiga kilometer, memiliki kontak posko dan menyalakan lampu di dalam tenda.

Sebelumnya Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota Robi Saputra mengatakan menerima informasi untuk bantuan evakuasi pada Sabtu pukul 22.00 WIB.

Pihaknya bersama Bukittinggi Rescue Team (BRT) berhasil menemukan empat pendaki sesuai di posisi yang diinformasikan dalam keadaan basah dan tenda rusak pada Minggu (20/10) pagi.

"'Survivor dalam keadaan sehat dan bisa melakukan perjalanan turun dipandu tim evakuasi," katanya.

Pewarta: Syahrul Rahmat/Ira Febrianti
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nenek 66 tahun daki gunung kampanyekan kelestarian alam

Komentar