Kuartal III 2019 penyaluran pembiayaan BTPN Syariah tumbuh 28 persen

Kuartal III 2019 penyaluran pembiayaan BTPN Syariah tumbuh 28 persen

Sejumlah karyawan melakukan pelayanan pencucian emas milik nasabah secara gratis di kantor BTPN Syariah Indrapura, Surabaya, Jumat (18/3). (ANTARA/Eric Ireng)

Surabaya (ANTARA) - Penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh salah satu bank BUMN, yakni PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah Tbk) pada kuartal III tahun 2019 tumbuh 28 persen mencapai total penyaluran Rp8,9 triliun dibanding periode yang tahun 2018 yang hanya Rp6,97 triliun.

Direktur Utama BTPN Syariah, Ratih Rachmawaty di Surabaya, Rabu mengatakan penyaluran pembiayaan fokus dilakukan kepada 3,65 juta keluarga prasejahtera produktif, melalui pendampingan yang tepat.

"Dengan cara yang kami lakukan secara tepat turut menekan rasio kredit bermasalah atau "Non Perfoming Finance" (NPF) sebesar 1,30 persen. Artinya bisnis pembiayaan kepada keluarga prasejahtera produktif sudah kami tekuni sejak 2010 membuat kami belajar banyak hal," kata Ratih, dalam keterangan persnya.

Ia mengatakan, dengan terus membesarnya skala bisnis di segmen ini, BTPN Syariah bertekad untuk terus bekerja keras, agar semua niat baik pemangku kepentingan dapat terwujud lebih cepat.

"Kami juga mengubah semua nama produk yang kami tawarkan dengan tambahan kata Tepat, misalnya Tepat Deposito. Tepat, wujudkan niat baik lebih cepat," katanya, kepada wartawan.

Terkait aset, kata Ratih, juga tumbuh 29 persen menjadi Rp14,59 triliun dari tahun lalu sebesar Rp11,31 triliun (year on year), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencapai 9,03 triliun tumbuh 24 persen dari 7,25 triliun (year on year).

"Perseroan kini juga telah meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis dimana beban operasional terhadap pendapatan operasional tercatat 59,6 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 62,6 persen," tuturnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan yang positif disertai dengan efisiensi perseroan dalam mengoperasikan bisnis, mampu menopang pertumbuhan laba bersih setelah pajak (Net Performing After Tax/NPAT) mencapai Rp976 miliar, tumbuh 40 persen dari Rp698 miliar (year on year), dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di posisi 41,1 persen.

Sebelumnya, BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, dengan memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, serta memiliki hampir 12.000 karyawan.


Baca juga: BEI resmikan pencatatan perdana saham BTPN Syariah
Baca juga: Dirut Bank BTPN nilai pembiayaan korporasi tetap bertumbuh
Baca juga: BTPN incar modal Rp30 triliun di 2021

 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar