Lusaka (ANTARA News) - Presiden Zambia Levy Mwanawasa, pengkritik keras pemimpin Zimbabwe Robert Mugabe, meninggal di sebuah rumah sakit di Perancis Selasa beberapa pekan setelah menderita stroke. Ia berusia 59 tahun. Mwanawasa memperoleh pujian di luar negeri karena menangani masalah korupsi dan menarahkan negara Afrika selatan yang kaya-tembaga itu menjadi salah satu cerita sukses terbesar benua Afrika, tapi penentangnya mengatakan ia gagal membantu sebagian besar rakyat Zambia meloloskan diri dari kemiskinan. "Rekan sebangsa, dengan dukacita dan kesedihan yang dalam, saya ingin memberi tahu rakyat Zambia bahwa presiden kita DR Levy Mwanawasa telah meninggal pagi ini pada pukul 10.30 (08.30 GMT)," kata Wakil Presiden Rupiah Banda di stasiun televisi. "Saya juga ingin memberi tahu bangsa bahwa perkabungan nasional mulai hari ini dan akan berlangsung selama tujuh hari." Banda dierkirakan akan mengambilalih sebagai penjabat presiden, menurut konstitusi Zambia, sebelum pemilihan yang dipercepat di negara dari sekitar 11,5 juta orang itu. Mata uang kwacha Zambia jatuh sebanyak 3 persen pada saat berita kematian Mwanawasa. Ia menderita stroke kedua pada saat pertemuan puncak Afrika di Mesir Juni dan dibawa dari negara itu ke sebuah rumah sakit di Perancis. Mwanawasa telah membangun reputasinya sebagai seorang pengacara untuk bekas oposisi, yang memperkuat citranya sebagai seorang sederhana. Ia menjadi wakil presiden pada 1991 dan menarik perhatian pengamat setelah memperoleh jabatan presiden pada 2001 dengan bergantung pada bekas bosnya Frederick Chiluba. Dana Moneter Internasional dan donor Barat lainnya telah memberikan miliaran dolar dalam bantuan utang setelah ia mengekang pengeluaran pemerintah dan melancarkan serangan anti-korupsi sejak Zambia memperoleh kemerdekaan dari Inggris 1964. Namun musuhnya mengatakan ia telah menggunakan kampanye anti-korupsinya sebagai senjata politik melawan penantangnya, demikian dilaporkan AFP. (*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008