4.682 ekor babi mati akibat virus Hog Cholera di Sumut

4.682 ekor babi mati akibat virus Hog Cholera di Sumut

Seorang warga berjalan mendekati beberapa bangkai babi yang ditemukan di aliran Sungai Bederah Medan, Jumat (8/11/2019). ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus/aa.

Medan (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Azhar Harahap, mengatakan sebanyak 4.682 ekor babi yang ditemukan mati diduga terjangkit virus Hog Cholera.
 
"Mengenai penyebaran virus hog cholera pada ternak babi di Sumut sebanyak 4.682 ekor dan terjadi di 11 kabupaten/kota di Sumut,” katanya, Kamis.
 
Menyikapi hal tersebut, pihaknya sendiri telah mengambil langkah-langkah yaitu salah satunya langsung turun ke lokasi Kabupaten/Kota yang terkena wabah, melakukan monitoring sekaligus pengambilan sampel.
" Kita juga memberikan vaksin pada ternak yang masih sehat," ujarnya
 
Selain itu, katanya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga telah mengeluarkan surat edaran kepada Bupati dan Walikota untuk menekan wabah ini, yakni dengan tidak membuang bangkai babi yang terinfeksi hog cholera sembarangan.
 
“Untuk hog cholera ini tidak berbahaya pada masyarakat dan penularannya hanya dari babi ke babi. Tidak menular ke ternak lain dan manusia. Bahkan dikonsumsi manusia juga tidak ada masalah,” jelasnya.
 
Adapun sebelas kabupaten/kota itu di antaranya Deliserdang, Humbang Hasundutan, Dairi, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir.

Baca juga: Wabah Hog Cholera masih ancam peternakan babi, ini antisipasinya

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar