Laporan dari Kuala Lumpur

Mahasiswa UniSZA luncurkan "Cahaya Akhlak" saat Maulid Nabi

Mahasiswa UniSZA luncurkan "Cahaya Akhlak" saat Maulid Nabi

Buku "Cahaya Akhlak". ANTARA/HO-Aspri

buku ini dengan bahasa yang baik, lugas, enak dibaca serta mudah dipahami oleh seluruh khalayak
Kuala Lumpur (ANTARA) - Mahasiswa doktoral di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu Malaysia Rahmat Saputra meluncurkan buku yang berjudul “Cahaya Akhlak” secara online pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 09 November 2019, Sabtu.

Versi digital dari buku tersebut sudah dapat diakses melalui aplikasi Google Play Books.

Rahmat mengatakan bahwa buku tersebut bisa menjadi panduan dasar bagi para pembaca untuk dapat memiliki akhlak mulia, seperti yang dijelaskan di dalam hadits Rasulullah SAW "Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia".

Baca juga: Maulid Nabi Muhammad di Bugis dimeriahkan telur warna-warni
Baca juga: Warga Pariaman "badikie rabano" peringati Maulid Nabi Muhammad SAW


Buku ini ditulis berdasarkan kitab Taisirul Khallaq Fil Ilmi Akhlaq, karya Syekh Hafidz Hasan Al-Mas’udi, guru besar di Darul Ulum Al-Azhar Mesir.

“Kitab tersebut sangat populer di kalangan pelajar pondok pesantren, walaupun sederhana kitab tersebut mengandung pesan-pesan yang sangat dalam agar kita memiliki akhlak mulia. Apalagi sekarang kita berada di bulan Maulid, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, bulan yang penuh berkah. Ini adalah momentum untuk bersama-sama mengevaluasi diri, apakah kita sudah meneladani akhlak Rasulullah atau belum,” tambahnya.

Buku yang ditulis bersama dengan Abi Fakhrur Razi tersebut menjelaskan tentang bagaimana memiliki akhlak mulia seperti akhlak kepada Allah, akhlak kepada manusia dan akhlak kepada diri sendiri, di dalam buku tersebut juga dijelaskan akhlak-akhlak yang terpuji dan tercela.

“Kami merasa perlu untuk menerbitkan karya ini agar masyarakat umum khususnya pemuda dapat mempelajari ilmu akhlak dengan lebih mudah. Apalagi para remaja & pemuda memang sedang dalam masa-masa untuk mencari jati diri, bangunlah jati diri itu dengan akhlak yang mulia," Kata Abi Fakhrur Razi yang dikenal dengan panggilan akrab Abi Medan.

Baca juga: Wapres Ma'ruf peringati Maulid Nabi di Kresek, Tangerang
Baca juga: Kirab dua gunungan warnai peringatan Garebek Maulud di Kota Madiun


Dalam sambutan secara terpisah, Teungku Haji Hasanoel Bashry yang lebih dikenal sebagai Abu Mudi mengatakan dia bersyukur atas terbitnya karya ini.

"Saya bersyukur sekali atas upaya menerbitkan buku ini dengan bahasa yang baik, lugas, enak dibaca serta mudah dipahami oleh seluruh khalayak masyarakat. Apalagi konsep tasawuf yang jarang diaplikasikan oleh masyarakat terkendala oleh rumitnya memahami teks asli dari literatur Ulama terdahulu. Insya Allah dengan adanya karya ini bisa memberikan kemudahan bagi pembacanya,” jelasnya.

Edi Suprianto, pengurus Ikatan Santri dan Alumni Dayah Darul Hikmah Islamiyah (IKSADI) sangat mengapresiasi atas terbitnya buku tersebut yang ditulis oleh Guru Besar Pondok Pesantren Dayah Darul Hikmah Islamiyah Peunaga Rayeuk Mereubo Aceh Barat.

"Alhamdulillah buku ini sudah dapat diakses secara gratis sejak semalam. Untuk men-download atau membacanya, kita perlu menginstall terlebih dahulu aplikasi Google Play Books di HP Android, kemudian cari buku yang berjudul “Cahaya Akhlak” atau bisa juga melalui link ini rahmatsaputra.com/cahaya," jelasnya.

Baca juga: Etnis Hui di China rayakan Maulid Nabi
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi di Bangka mirip suasana Idul Fitri


Dia melanjutkan buku ini memang ditujukan untuk para pelajar dan mahasiswa, walaupun masyarakat umum juga bisa membacanya.

Karena itu buku tersebut diterbitkan secara digital agar bisa dibaca oleh siapa saja dan dimana saja, desainnya juga dibuat sederhana dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar agar anak-anak muda tertarik membacanya.

"Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku tersebut hingga selesai adala 60 hingga 90 menit, sangat ringkas. Namun untuk mempraktekkan isinya memerlukan niat, usaha yang sungguh-sungguh, dan konsistensi atau istiqamah untuk memperbaiki akhlak. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya Nabi Muhammad SAW yang bisa meneladani akhlaknya dan mendapatkan syafa'atnya di hari akhir nanti,” kata Edi yang juga menjabat sebagai staf di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Meulaboh.

Baca juga: Wapres: Rasulullah inspirasi dorong pembangunan SDM bangsa
Baca juga: Maman Imanulhaq: pendukung Jokowi harus teladani Rasulullah

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketika narapidana mengikuti lomba baca alquran

Komentar