Mardani: Soal bom bunuh diri Medan, jangan ambil kesimpulan prematur

Mardani: Soal bom bunuh diri Medan, jangan ambil kesimpulan prematur

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Mardani Ali Sera. (FOTO ANTARA/Dewanto Samodro)

Jangan mengambil kesimpulan prematur, misalnya mengaitkan dengan atribut ojek daring yang digunakan oleh pelaku
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera meminta masyarakat jangan mengambil kesimpulan prematur terhadap aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu.

"Jangan mengambil kesimpulan prematur, misalnya mengaitkan dengan atribut ojek daring yang digunakan oleh pelaku," kata Mardani saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan perlu investigasi menyeluruh untuk mengambil kesimpulan terkait aksi bom bunuh diri tersebut.

Terkait dengan kantor polisi yang menjadi sasaran pelaku bom bunuh diri, Mardani juga mengatakan harus dilakukan investigasi sebelum menyimpulkan alasan pelaku menyasar Mapolrestabes Medan.

"Harus dicek dari hasil investigasi. Polisi dan intelijen perlu bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut," katanya.

Aksi bom bunuh diri telah dilakukan oleh seseorang yang menggunakan atribut ojek daring di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu.

Pelaku meledakkan diri di sekitar kantin Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.45 WIB. 

Baca juga: Gubernur Sumut minta masyarakat percayai aparat tangani kasus bom

Baca juga: Kasdam I/BB tinjau lokasi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan

Baca juga: Bom Medan, Ketua MPR berduka cita

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komisi II DPR RI pantau kesiapan Pilkada serentak di Sultra

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar