Victoria Beckham kenang kesulitan tembus industri mode

Victoria Beckham kenang kesulitan tembus industri mode

Victoria Beckham di Vogue Fashion Festival in Paris, Prancis, pada 15 November 2019 (HO/REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Saya tahu bahwa orang yang akan meremehkan."
Jakarta (ANTARA) - Mantan bintang pop Victoria Beckham tahu harus memenangkan hati para kritik fesyen yang sulit terkesan ketika dirinya pertama kali meluncurkan lini busana satu dekade lalu. Tapi, mantan anggota Spice Girl itu mengatakan bahwa kesulitan menembus industri mode, ternyata lebih besar dari yang dibayangkannya.

Berbicara di Paris, Jumat, dalam konferensi dari majalah Vogue, diva yang koleksinya sering mendapatkan pujian dan penghargaan itu menyebutkan bahwa kini melebarkan sayap ke dunia perawatan kulit dan tata rias (make-up).

"Saya sangat menyadari tentang prasangka, menikah dengan David Beckham, menjadi Spice Girl, tiba-tiba menyuguhkan koleksi busana. Saya tahu bahwa orang yang akan meremehkan," katanya.

Ia pun menambahkan bahwa fokus "menciptakan pakaian dan memilih tidak mendengarkan omongan-omongan itu."

Victorian juga mengatakan bahwa mendiang kepala kreatif Chanel, Karl Lagerfeld dan Valentino Garavani dari Italia sebagai dua desainer yang telah membantunya. Ia berkata terkejut ketika mengenal industri yang terkenal kejam itu.

"Jika saya tahu apa yang saya tahu sekarang, saya tidak tahu apakah saya berani masuk ke dunia mode," canda dia.

Victoria mengatakan selain memproduksi produk-produk rias wajah, dia akan meluncurkan produk perawatan kulit dan wewangian yang mungkin akan hadir tahun depan.

Kosmetik seringkali merupakan usaha sampingan yang sangat menguntungkan bagi label-label mewah, dari Kering dan Gucci hingga Hermes, telah memperluas jangkauan mereka, yang dapat merengkuh pembeli yang lebih luas, demikian laporan Reuters, Sabtu.

Baca juga: Rahasia pernikahan awet Victoria-David Beckham

Baca juga: Victoria Beckham luncurkan "lip tint" baru

Baca juga: Victoria Beckham luncurkan koleksi make-up di Pekan Mode London
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar