BSM dongkrak jumlah pengguna "mobile banking"

BSM dongkrak jumlah pengguna "mobile banking"

Iman Himawan (kanan) saat mengenalkan fitur Mandiri Syariah Mobile (MSM) Keyboard (Foto: ANTARA/Aris Wasita)

Harapan kami jumlah nasabah bertambah, transaksi bertambah, dan jumlah nasabah yang datang ke kantor berkurang
Solo (ANTARA) - Bank Syariah Mandiri (BSM) berupaya mendongkrak jumlah pengguna "mobile banking" dengan meluncurkan fitur Mandiri Syariah Mobile (MSM) Keyboard.

"Dengan adanya fitur ini, nasabah makin mudah melakukan transaksi di Mandiri Syariah Mobile tanpa harus menutup chatting (percakapan) di handphonenya," kata Project Manajer Region Head BSM Kanwil V Semarang Iman Himawan Ridwan di Solo, Jumat.

Ia mengatakan jika nasabah sudah mengunduh aplikasi "mobile banking" melalui playstore, secara otomatis logo BSM terdapat pada salah satu tombol percakapan. Pihaknya berharap dengan adanya kemudahan tersebut jumlah pengguna "mobile banking" BSM bisa meningkat hingga 100 persen.

"Memang indikasi kenaikan selalu terlihat, sebelumnya jumlah pengguna 'mobile banking' sebanyak 588.000 dengan jumlah transaksi mencapai 1.016.000 kali. Saat ini angka tersebut meningkat menjadi 973.000 pengguna dengan jumlah transaksi sebanyak 2.293.000 kali," katanya.

Meski demikian, angka tersebut masih relatif rendah jika dibandingkan jumlah nasabah BSM secara nasional yang mencapai 8 juta orang.

"Harapan kami adalah jumlah nasabah bertambah, transaksi bertambah, dan jumlah nasabah yang datang ke kantor berkurang," katanya.

Sementara itu, terkait dengan capaian kinerja BSM, dikatakannya, hingga triwulan III 2019 secara "year on year" (yoy) atau tahunan jumlah aset tumbuh 10,11 persen menjadi Rp102,7 triliun. Pihaknya mengklaim BSM merupakan satu-satunya bank syariah di Indonesia yang memiliki aset di atas Rp100 triliun.

"Kenaikan ini didorong oleh pembiayaan sebesar Rp73,82 triliun atau naik 13 persen dan dana pihak ketiga yang naik 10 persen menjadi Rp90,49 triliun," katanya.

Sedangkan untuk angka kredit macet, dikatakannya, saat ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. BSM mencatat jika tahun lalu angka kredit macet di angka 3,65 persen untuk saat ini angka kredit macet secara gross turun menjadi 2,66 persen dan secara nett di angka 1,07 persen.


Baca juga: Ini alasan Danamon baru keluarkan aplikasi mobile banking
Baca juga: OJK: waspadai dampak penggunaan TI perbankan
Baca juga: BSM: masyarakat mulai banyak manfaatkan perbankan syariah

 

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PMI dan BSM Internasional tinjau implementasi pasca gempa

Komentar