Tompi kritisi kurikulum pendidikan di Indonesia

Tompi kritisi kurikulum pendidikan di Indonesia

Penyanyi Tompi di Jakarta, Selasa (2/10/2018) (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) - Bertepatan dengan momen Hari Guru yang diperingati setiap tanggal 25 November, penyanyi Tompi mengkritisi kurikulum pendidikan yang menurutnya perlu perbaikan.

"Saya merasa banyak dalam kurikulum pendidikan yang sebenarnya tidak perlu dipelajari," kata Tompi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, peserta didik seharusnya diajak untuk mencari tahu, bukan diajarkan menghafal. Untuk itu, perlu adanya perubahan dalam kurikulum pendidikan yang berjalan saat ini.

"Mendingan anak itu diberikan stimulasi yang sifatnya merangsang. Diajarkan caranya mencari tahu, diajarkan cara membaca buku, diajarkan cara membuat rangkuman. kasih satu persoalan dan bisa bikin presentasi yang luar biasa keren," usul Tompi.

Pelantun "Salahkah" itu juga menganggap perlu adanya penyerdehanaan mata pelajaran agar kegiatan belajar mengajar jauh lebih efisien.

"Potong semua ambil yang penting aja. Pelajaran bisa dilebur kok," kata dia.

Tompi pun berharap agar Mendikbud Nadiem Makarim bisa membuat terobosan untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia dan memperhatikan guru.

"Saya berharap Mendikbud sekarang akan sangat membuat terobosan. Memang pasti akan ada kejutan sih," kata dia.


Baca juga: Sering tangani korban "Mak Erot", Tompi kritisi wacana Menkes Terawan

 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

'Kisah Romantis' Glenn Fredly di Stasiun MRT

Komentar