Investor China minta Indonesia buka Konjen di Chongqing, ini alasannya

Investor China minta Indonesia buka Konjen di Chongqing, ini alasannya

Ilustrasi: Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun saat memberikan sambutan pada Forum Kerja Sama Pungusaha Indonesia-China di Beijing, Kamis (21/11) (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Sebab, berurusan dengan Kedubes kita di Beijing terlalu jauh
Jakarta (ANTARA) - Para investor dan pengusaha Chongqing, Sichuan, China, berharap Indonesia segera membuka Konsulat Jenderal (Konjen) di Kota Chongqing, agar investasi dari daerah tersebut lebih cepat masuk ke Tanah Air.

Selain investasi, pembukaan Konjen di Chongqing juga diharapkan dapat mendongkrak kerja sama perdagangan, pariwisata, dan kebudayaan wilayah tersebut dengan Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Walikota Chongqing Tang Liangzhi kepada Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun pada jamuan makan malam Senin (2/12).

Hadir pula sejumlah pejabat Deputi Perencanaan Investasi BKPM Ikmal Lukman, Anggota Komite Investasi Umar Lessy dan Rizal Calvary Marimbo, serta Direktur Pusat Analisa Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad.

"Kami sangat merindukan kehadiran Konjen RI di kota kami," ujar Tang dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Dubes Djauhari Oratmangun berjanji akan segera menyampaikan aspirasi soal pembukaan Konjen itu ke Jakarta.

"Kami akan sampaikan ke Jakarta, sebab mendirikan Konjen butuh persetujuan parlemen," ujarnya.

Baca juga: Dubes RI ingatkan investor China gandeng mitra yang tepat

Dubes Djauhari mengakui aspirasi tersebut sangat penting mengingat intensitas kerja sama perdagangan dan investasi wilayah ini dengan Indonesia semakin tinggi.

Berdasarkan data Kedubes Indonesia di Beijing, terdapat delapan perusahaan besar asal Chongqing telah berinvestasi di Indonesia baik di otomotif, kereta, dan elektronika.

Salah satu korporasi besarnya adalah Sokon Group yang telah berinvestasi kendaraan roda empat di Banten dengan investasi senilai 150 juta dolar AS.

Tak hanya itu, ujar Dubes Djauhari, sebanyak 60.000 wisatawan kota ini mengunjungi Indonesia pada 2018.

"Dan sebanyak 30.000 orang Indonesia datang ke kota ini pada 2018. Ini adalah aspirasi lama yang terus mereka sampaikan. Sebab, berurusan dengan Kedubes kita di Beijing terlalu jauh," ungkap Dubes Djauhari Oratmangun.
Data BKPM menunjukan total investasi China ke Indonesia sejak 2014 hingga Kuartal III-2019 sebesar 12,086 miliar dolar AS. Posisi ini menempatkan investasi China di posisi ketiga setelah Jepang dan Singapura. Investasi China memimpin jauh di atas Amerika Serikat sebesar 7,575 miliar dolar AS.

Baca juga: Bahlil ke China, Korsel hingga Jerman, rayu investor masuk Indonesia

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Permohonan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama meningkat

Komentar