SEA Games 2019

Andai tak diare, Priska Nugroho yakin lampaui medali perunggu

Andai tak diare, Priska Nugroho yakin lampaui medali perunggu

Petenis Priska Madelyn Nugroho meraih medali perunggu dari nomor tunggal putri SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Jumat (6/12/2019). SEA Games 2019 merupakan debut Priska di Pesta Olahraga Asia Tenggara tersebut. (Michael Siahaan)

Saya memakan korean barbeque malam sebelum semifinal
Manila, Filipina (ANTARA) - Petenis putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho merasa yakin mampu melampaui prestasi medali perunggu tunggal putri SEA Games 2019 seandainya tidak mengalami diare di semifinal, Rabu (4/12), ketika menghadapi wakil Vietnam Nguyen Savanna Ly.

“Sebenarnya saya optimistis bisa melewati lawan. Namun mau bagaimana lagi, keadaannya buruk ketika itu. Badan juga lemas,” ujar Priska usai dikalungkan medali perunggu SEA Games di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Jumat.

Atlet yang baru berusia 16 tahun itu merasa yakin bahwa dirinya bisa berbicara banyak di SEA Games 2019 setelah menundukkan unggulan pertama asal Thailand Peangtrnd Plipuech dengan skor 6-1 dan 6-4 di perempat final, Senin (2/12).

Baca juga: Petenis Priska Nugroho ke semifinal, singkirkan unggulan pertama

Ketika itu, kata Priska, dirinya tampil bagus sehingga mampu mengalahkan lawannnya. Akan tetapi, usai laga itu, dia salah mengonsumsi makanan sehingga mengalami diare.

“Saya memakan korean barbeque malam sebelum semifinal. Jadi besok pagi ketika bangun, saya diare. Rasanya lemas banget ketika bertanding di semifinal sampai akhirnya retired (mundur-red) di set kedua,” tutur petenis yang melaju hingga babak perempat final Wimbledon Junior pada Juli 2019 tersebut.

Meski demikian, Priska tidak ingin lama-lama memikirkan kegagalannya menunaikan target pribadi di SEA Games 2019, yang menjadi debutnya di SEA Games.

Berikutnya, Priska berjanji berlatih dan bertanding demi mengasah kemampuan. Dia pun mengincar medali emas jika berlaga di SEA Games 2021 yang bakal berlangsung di Vietnam.

Baca juga: Priska Nugroho diramalkan jadi 'the next' Angelique Widjaja

“Kalau melihat peta kekuatan saat ini di tunggal putri, mendapatkan medali emas bukan hal tidak mungkin,” kata dia.

Sampai Jumat (6/12), tim tenis Indonesia sudah mengumpulkan satu medali emas dan satu medali perunggu untuk Tanah Air yang seluruhnya berasal dari tunggal putri.

Baca juga: Aldila Sutjiadi raih emas SEA Games 2019 dari tenis

Medali emas disumbangkan oleh Aldila Sutjiadi dan medali perunggu diraih.

Indonesia berpeluang menambah pundi-pundi medali tenis pada Sabtu (7/12) setelah meloloskan dua wakil ke partai final yaitu ganda campuran Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat dan ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies.

Baca juga: Demi emas SEA Games, Aldila: ganda campuran harus agresif

Baca juga: Indonesia geser Vietnam di posisi dua klasemen medali SEA Games 2019


Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar