SEA Games 2019

Demi emas SEA Games, Aldila: ganda campuran harus agresif

Demi emas SEA Games, Aldila: ganda campuran harus agresif

Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi membawa bendera Merah Putih usai mendapatkan medali emas dari tenis nomor tunggal putri SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Jumat (6/12/2019). (Michael Siahaan)

Penting bagi kami untuk berlaga dengan taktis karena lawan lebih berpengalaman
Manila, Filipina (ANTARA) - Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi mengatakan, dia dan pasangannya di ganda campuran Christopher Rungkat harus bermain agresif di final SEA Games 2019, Sabtu (7/12), demi meraih medali emas.

Menurut Aldila di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Jumat, hal itu penting karena lawan mereka di partai puncak adalah pasangan senior asal Thailand Sanchai Ratiwatana dan Tamarine Tanasugarn.

“Kami harus bermain agresif karena lebih muda dari segi umur dan unggul dalam kecepatan,” ujar Aldila.

Baca juga: Aldila Sutjiadi raih emas SEA Games 2019 dari tenis

Usia ganda campuran Thailand memang jauh di atas Aldila (24 tahun) dan Christoper Rungkat (29 tahun). Sanchai berumur 37 tahun, sementara Tamarine sudah menginjak usia 42 tahun.

Meski demikian, Aldila menyadari bahwa Sanchai dan Tamarine tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski sudah cukup uzur, keduanya masih aktif mengikuti turnamen-turnamen tenis internasional.

Selain itu, Sanchai dan Tamarine sangat berpengalaman di SEA Games. Tamarine meraih medali emas pertamanya di SEA Games pada tahun 1995 atau tahun kelahiran Adila. Adapun Sanchai pernah mendapatkan emas tenis ganda campuran di SEA Games 2007.

Baca juga: Aldila pastikan dua peluang emas untuk Indonesia

Baca juga: Dua ganda campuran tenis Indonesia melaju ke semifinal


“Jadi penting bagi kami untuk berlaga dengan taktis karena lawan lebih berpengalaman,” tutur Aldila.

Pasangan Aldila/Christopher merupakan salah satu andalan Indonesia untuk menyumbangkan medali emas SEA Games 2019 setelah mereka merebut medali emas di ajang Asian Games 2018.

Terakhir kali Indonesia mendapatkan medali emas SEA Games dari tenis ganda campuran adalah pada SEA Games 2003 atau 16 tahun lalu melalui pasangan Suwandi/Wynne Prakusya.

Jika sukses menyabet emas dari ganda campuran, itu menjadi emas kedua Aldila di SEA Games 2019 setelah dia menjadi yang terbaik di nomor tunggal putri usai menaklukkan wakil Vietnam Nguyen Savanna Ly dengan skor 6-0 dan 7-5 di partai final, Jumat (6/12).

Baca juga: Indonesia geser Vietnam di posisi dua klasemen medali SEA Games 2019
 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia juara tenis ganda campuran

Komentar