SEA Games 2019

Boling Indonesia, sempat pesimistis namun kini lebihi target emas

Boling Indonesia, sempat pesimistis namun kini lebihi target emas

Atlet boling Indonesia saat beraksi di Coronado Lanes Starmall Edsa, Metro Manila, Filipina, Jumat (6/12) (ANTARA/A Malik Ibrahim)

Manila (ANTARA) - Perjalanan tim boling Indonesia dalam kurun tiga tahun terakhir memang tidak semulus beberapa cabang olahraga lainnya, bahkan sempat tidak diunggulkan dan adanya pesimisme sebagian masyarakat saat menatap SEA Games 2019 Filipina.

Pandangan pesimis itu sangatlah lumrah, hal ini mengacu pada prestasi di Asian Games 2018 yang nihil medali, meski saat itu Indonesia menjadi tuan rumahnya, ditambah setahun sebelumnya saat SEA Games 2017 yang hanya memperoleh satu medali emas.

Raihan prestasi tipis-tipis itu membuat pemegang kebijakan boling tidak ingin mematok target lebih ketika berlaga di SEA Games 2019 Filipina.

Baca juga: Boling beregu Indonesia harus puas di posisi keempat SEA Games 2019

Alhasil di luar dugaan, Tim asuhan David Sitorus ini mampu membalikkan keadaan dan pesimisme masyarakat di cabang olahraga yang mengandalkan bola dalam gerakannya itu, dengan meraih tiga emas, atau tiga kali lipat dari target awal yang hanya diminta satu emas.

Tentunya, kontribusi raihan tiga emas ini turut mendorong posisi Indonesia pada klasemen sementara SEA Games 2019 Filipina, sehingga secara umum kontingen Tanah Air juga perlu berterima kasih pada cabang olahraga boling.

"Alhamdulillah untuk raihan emas sementara kali ini, sebab sebelum berangkat ke Filipina kami juga sudah siapkan dengan matang, bahkan lokasi latihan kami bagi dua, satunya di Ancol kemudian di Palembang," kata David yang ditemui di Coronado Lanes Starmall Edsa, Metro Manila, Filipina.

Baca juga: Indonesia rebut emas boling ganda putra

David mengakui, prestasi boling di SEA Games 2019 Filipina ini sangat luar biasa dibanding tiga tahun terakhir di kejuaraan serupa, seperti SEA Games 2017 dan terakhir Asian Games 2018.

Rahasia kesuksesan boling di SEA Games 2019, kata dia, salah satunya karena manajemen menciptakan zona tidak nyaman selama berlatih, sebab para pemain belum bisa dipastikan ikut dalam tim nasional dan harus seleksi ketat, sehingga pemain merasa berkompetisi.

"Kami menciptakan kompetisi internal yang ketat, dan mereka saling mencuri angka, meski pada akhirnya mereka berada dalam satu tim di SEA Games 2019," katanya.

Latihan yang ketat itu, kata David, mencetak atlet bagus di saat kompetisi sesungguhnya. Dan terbukti, meski masih menyisakan beberapa nomor di SEA Games 2019, cabang olahraga boling telah memenuhi target awal.


Kawinkan Emas

Raihan tiga emas cabang olahraga boling Indonesia tidak lepas dari duet Billy Muhammad Islam dan Hardy Rahmadian yang mengawinkan dua emas pertama dari cabang tersebut.

Billy dan Hardy saat itu meraih total 2.592 poin, mengungguli pasangan Thailand Atchariya Cheng/Surasak Manuwong yang terpaut 28 poin di posisi runner-up.

Baca juga: Indonesia kawinkan medali emas boling nomor ganda

Jagoan Malaysia Muhammad Rafiq Ismail yang saat itu dipasangkan dengan Al Hakim Tun Lukman hanya berada di peringkat tiga untuk medali perunggu setelah mengemas total 2.556 poin.

Sementara tambahan satu emas boling Indonesia diraih Tannya Roumimper bersama Sharon Adelina Liman Santoso yang mempertahankan status mereka sebagai juara SEA Games nomor ganda putri dengan meraih poin tertinggi 2.552.

Lin Zhi Shanya/New Hui Fen asal Singapura di peringkat dua dengan poin 2.476 dan Mei Lan Cheah/Li Jane Sin dari Malaysia di peringkat tiga dengan 2.458 poin.
 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boling, sempat tidak diunggulkan namun lampaui target emas

Komentar