Kedermawanan Indonesia diyakini mampu atasi resesi ekonomi

Kedermawanan Indonesia diyakini mampu atasi resesi ekonomi

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Imam Rulyawan saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Senin (9/12/2019). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Imam Rulyawan meyakini sifat kedermawanan yang melekat pada bangsa Indonesia mampu mengatasi resesi atau kemerosotan ekonomi yang diprediksi pakar terus berlanjut hingga 2020 di Tanah Air.

"Kami optimistis bangsa Indonesia mampu bangkit dan bertahan di era krisis sekalipun, sebab negara ini memiliki penduduk empat besar dunia dan dikenal dermawan," kata dia dalam diskusi terkait Indonesia Poverty Outlook 2020 di Wisma ANTARA Jakarta, Senin.

Indonesia memiliki kekuatan dari kedermawanan yang begitu kuat. Begitu pula dengan filantropi atau tindakan mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan yang semakin semarak.

Baca juga: Parni Hadi: Memberantas kemiskinan dimulai dari pembangunan

Hal itu tentunya membuat masyarakat Indonesia terus menyumbangkan waktu, uang dan tenaganya untuk menolong orang lain. Bahkan, dalam daftar World Giving Index 2018 hasil publikasi Charities Aid Foundation (CAF) yang berpusat di London menunjukkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia.

Ia menjelaskan kedermawanan itu dilihat dari tiga variabel yakni terkait kemudahan atau kesenangan berdonasi, senang menjadi relawan dan senang membantu orang lain.

"Jadi kita justru optimistis resesi ekonomi dapat teratasi. Apalagi bangsa ini mulai bergerak sukuk atau obligasi yang berdasarkan prinsip syariah," katanya.

Tidak hanya itu, bahkan sukuk yang pembiayaannya tersebar di dunia ialah berada di Indonesia dan berbasis syariah. Hal itu sejalan dengan tagline Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang mengatakan arus baru ekonomi Indonesia yang berkeadilan.

Terkait hal itu, Dompet Dhuafa serta Indonesia Development and Islamic studies (IDEAS) yang merupakan lembaga wadah pemikir tentang pembangunan nasional dan kebijakan publik berbasis keindonesiaan dan keislaman yang bernaung di bawah Yayasan Dompet Dhuafa berada dalam muatan tersebut serta melakukan kajian.

Termasuk pula mengkaji faktor-faktor yang bisa menumbuhkan potensi masyarakat khususnya dari filantropis agar dapat mandiri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Ia mengatakan hal itu tentunya tidak terlepas dari pijakan-pijakan tahun sebelumnya terkait program pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Jadi pada 2020 kita tetap berkaca pada program-program terdahulu. Namun yang pasti selama masih banyak orang miskin, maka semakin banyak pula orang dan lembaga yang turut berupaya menanggulangi kemiskinan itu," ujarnya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden ingatkan pimpinan daerah soal perlambatan ekonomi dunia

Komentar