Kasudin Kesehatan Jakbar sayangkan ibu tak paham bayi tersedak pisang

Kasudin Kesehatan Jakbar sayangkan ibu tak paham bayi tersedak pisang

Foto ilustrasi bayi. (Foto Istimewa)

Harusnya jangan dulu bayi umur segitu dikasih pisang
Jakarta (ANTARA) - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini menyayangkan kejadian bayi AH berusia 40 hari yang tersedak pisang akibat ketidakpahaman ibunya, Yuni Sari.

Kristi menyatakan pihaknya menjamin pengurus Posyandu di Jakarta Barat selalu memberikan penyuluhan kepada para ibu usai melahirkan, termasuk soal gizi anak.

"Harusnya jangan dulu bayi umur segitu dikasih pisang, karena masih harus penuh minum ASI," kata Kristi di Jakarta, Selasa.

Kristi pun menelusuri pihak posyandu di kawasan tempat tinggal Yuni terkait informasi pemberian pisang pada bayi baru lahir.

Hasilnya, pemberian pisang kepada bayi umur 40 hari murni atas inisiatif Yuni, yang mengkhawatirkan isi perut AH tidak sama kenyangnya dengan anak kembarnya yang lain.

Baca juga: Kemarin, balita meninggal tersedak pisang hingga relokasi PKL

"Kalau saya tanya, katanya ibu tersebut khawatir bayinya kelaparan karena ASI tidak cukup," kata Kristi.

Kristi berharap para ibu bisa mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan dalam bergantian mengasuh anak agar lebih aman bagi ibu dan bayinya.

Sebelumnya, Kapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ajun Komisaris Polisi Erick Sitepu, menjelaskan kronologi AH, bayi meninggal akibat tersedak pisang, setelah memeriksa ibunya Yuni Sari (27).

Erick mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, Yuni Sari mengaku tak tahu bahwa bayi berusia 40 hari belum boleh memakan selain air susu ibu (ASI).

"Bayi 40 hari sama ibunya dicoba dikasih makan pisang, dia (ibunya) enggak tahu kalau umur 40 hari itu, bayi pencernaannya belum boleh makan selain ASI. Akibat ketidaktahuan itu, akhirnya bayinya meninggal," kata Erick di Jakarta, Senin ((/12) malam.

Baca juga: Polisi jelaskan kronologi bayi meninggal tersedak pisang

Bayi AH yang merupakan salah satu anak kembar dari pasangan Yuni Sari (27) dan Husaeni (34) meninggal pada Minggu (8/12) dini hari saat dilarikan ke Puskemas Kebon Jeruk.

Berdasarkan hasil visum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), penyebab kematian korban lantaran ada potongan pisang yang menyangkut di pernafasan korban.

Erick mengatakan pihaknya tak menemukan bekas luka maupun kekerasan pada tubuh bayi AH.

AH pun telah dimakamkan di TPU kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, usai divisum di RSCM untuk memastikan penyebab kematiannya.

 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suka Cita pedagang bunga saat lebaran tiba

Komentar