Luhut dukung ekspor benih lobster dibuka

Luhut dukung ekspor benih lobster dibuka

Dokumentasi - Polisi menunjukkan barang bukti saat ungkap kasus perdagangan benih Lobster ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/12/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc

Saya kira bagus, kan benih itu kalau tidak diambil juga yang tumbuh, yang hidup, kurang dari 1 persennya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung wacana dibukanya ekspor benih lobster.

Menurut dia, rencana tersebut bagus lantaran benih-benih lobster yang mampu bertahan hidup hingga tumbuh besar kurang dari 1 persennya saja.

"Saya kira bagus, kan benih itu kalau tidak diambil juga yang tumbuh, yang hidup, kurang dari 1 persennya," katanya ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Kamis.

Menurut Luhut, rencana untuk mengekspor benih lobster juga menjadi solusi masih tingginya penyelundupan komoditas perikanan itu.

"Nah daripada sekarang diselundupin 80 persen, kan lebih bagus dikontrol," katanya.

Luhut menegaskan, berdasarkan studi yang dibuat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, nantinya tidak semua benih lobster akan bisa diekspor demi menjaga kebelanjutannya di masa depan.

"Sebagian tetap dilepaskan 5 persen atau berapa persen itu ke habitatnya. Supaya benihnya jangan hilang," ujarnya.

Namun, yang paling penting, lanjut dia, adalah perlunya meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan itu nantinya.

"Kan ujung-ujungnya pengawasan. Dulu juga ada masalah, sekarang pun ada masalah. Nanti apa dengan ini enggak ada masalah? Ya ndak. Pasti ada masalah. Tapi masalahnya makin kecil, kalau pengawasannya lebih bagus dan jelas," katanya.

Baca juga: Ekspor benih lobster, Edhy Prabowo tegaskan sangat jaga lingkungan

Baca juga: DFW: Belum ada urgensi buka peluang ekspor benih lobster

Baca juga: Penyelundupan benih lobster senilai Rp66,194 miliar digagalkan




 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putusan hukum suap ekspor benur Edhy belum inkracht

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar