NTT-Timor Leste buka transportasi langsung Kupang-Dili

NTT-Timor Leste buka transportasi langsung Kupang-Dili

Dokumen - Seorang pekerja sedang bekerja dengan latar belajang jembatan Antar Lintas Batas Negara (ALBN) di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Selasa (16/10/2018). ANTARA/Kornelis Kaha

Jadi nanti penumpang tidak perlu diturunkan di pos lintas batas lalu ganti bus, tetapi dengan bus yang sama langsung ke tujuan
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Timor Leste bersepakat untuk membuka akses transportasi darat yang menghubungkan Kupang-Dili secara langsung.

Kesepakatan tersebut direcanakan akan diujicobakan mulai pekan ketiga Januari 2020, kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka kepada Antara di Kupang, Senin.

Baca juga: TransNusa tambah penerbangan rute internasional Kupang-Dili

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan rencana pembukaan akses transportasi darat yang menghubungkan dua wilayah yang berbatasan darat tersebut.

Baca juga: Pemerintah NTT segera buka kantor perdagangan di Dili

Selama ini, masyarakat NTT yang hendak ke Dili harus turun di pos lintas batas. Mereka harus mengganti angkutan untuk melanjutkan perjalanan ke Dili, Timor Leste dan sebaliknya.

Baca juga: Sriwijaya paling serius jajaki buka kembali rute Darwin-Kupang-Dili

"Kami baru kembali dari Dili untuk membahas rencana angkutan bus antarnegara. Kami sudah sepakat bahwa nantinya akan ada bus antarnegara yang melayani penumpang umum dari Kupang langsung ke Dili dan sebaliknya," katanya.

Menurut dia, dengan adanya bus antarnegara yang langsung dari Kupang-Dili dan Dili-Kupang, masyarakat tidak perlu lagi turun di pos lintas batas untuk mencari bus pengganti seperti yang terjadi selama ini.

"Jadi nanti penumpang tidak perlu diturunkan di pos lintas batas lalu ganti bus, tetapi dengan bus yang sama langsung ke tujuan," katanya menjelaskan.

Dia berharap, dengan adanya akses transportasi darat langsung yang menghubungkan kedua wilayah itu, akan memudahkan warga di kedua wilayah tetangga ini untuk saling mengunjungi.

Selain dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah, kata Isyak Nuka menambahkan.
 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar