Kerugian banjir Solok Selatan Rp16,01 miliar

Kerugian banjir Solok Selatan Rp16,01 miliar

Warga melihat kondisi jembatan rusak akibat banjir bandang di Nagari Pakan Raba'a Tengah, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj).

Bencana melanda 15 nagari di empat kecamatan dan yang berdampak kepada 6.677 jiwa dari 1.774 kepala keluarga,
Padang Aro  (ANTARA) - Kerugian akibat banjir dan longsor yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (13/12) mencapai Rp16,01 miliar.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Richi Amran di Padang Aro, Senin, mengatakan, pendataan kerugian akibat bencana alam tersebut hingga kini masih dalam penghitungan dan jumlahnya bertambah dari Rp16,01 miliar.

"Bencana melanda 15 nagari di empat kecamatan dan yang berdampak kepada 6.677 jiwa dari 1.774 kepala keluarga," ujarnya.

Kerugian terbesar yaitu di Kecamatan Sangir Batang Hari sebesar Rp7,5 miliar karena terdapat dua jembatan putus enam rumah hanyut dan berbagai fasilitas umum rusak.

Dia menyebutkan, 116 jiwa dari 38 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya hancur dan sudah rusak hingga berbahaya kalau ditempati.

Baca juga: Korban banjir Lubuk Ulang Aling Solok Selatan butuh alat pembersih

Dia mengemukakan, banjir pada Jumat melanda Kecamatan Sungai Pagu tujuh nagari (desa adat), Koto Parik Gadang Diateh empat nagari, Sangir Batang Hari tiga nagari dan di Pauh Duo satu nagari.

Akibat banjir tersebut 1.697 rumah terendam dan 66 unit diantaranya dilaporkan rusak dengan rincian 24 unit rusak berat, 38 unit rusak ringan dan empat unit rusak ringan.

Bencana banjir dan longsor juga merusak empat jembatan, satu jaringan Pamsimas, satu Base Transceiver Station (BTS), jaringan PDAM dan sejumlah ruas jalan.

Selain itu fasilitas umum juga ikut terendam seperti sekolah tujuh unit, masjid lima, Puskesmas satu unit dan satu pustu.

Baca juga: Pemkab : Posko bencana Solok Selatan kehabisan persediaan sembako

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Hapison mengatakan, sekarang pemerintah fokus memberikan bantuan untuk Lubuk Ulang Aling yang merupakan salah satu daerah sulit.

"Setelah kami tinjau ke lapangan daerah paling parah berada di Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan dimana dari 83 rumah hanya dua unit yang tidak terkena banjir, selebihnya material lumpur di dalam rumah mencapai ketebalan 50 centimeter," jelasnya.

Pemerintah akan membangun dapur umum di Kantor Camat Sangir Batang Hari untuk kebutuhan makan korban banjir di Lubuk Ulang Aling.

"Kalau harus mendrop bantuan dari posko utama di Kantor Camat Muaralabuh terlalu jauh, sehingga kami buat posko lagi di Sangir Batang Hari serta dapur umum," ujarnya.

Baca juga: BNPB: kembalikan keharmonisan lingkungan dengan manusia

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar