Ridwan Kamil kumpulkan kepala daerah terkait penanganan banjir

Ridwan Kamil kumpulkan kepala daerah terkait penanganan banjir

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rapat penanganan pascabencana banjir yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020). ANTARA/HO-Pemprov Jabar/aa.

Saya usulkan ada badan koordinasinya. Jadi jangan lempar-lemparan, jadi dikelola lembaga resmi yang nanti mengelola anggaran juga. Terakhir solusi 'engineering' bendungan dipercepat, dan bendungan baru dibangun
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil atau Emil akan mengumpulkan kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jabar yang daerahnya terdampak banjir pada pekan depan di Kota Bandung.

"Kemudian hari Senin atau Selasa (pekan depan) semua kepala daerah terdampak akan saya kumpulkan untuk membahas teknis di level Provinsi Jawa Barat, tentang bagaimana bagi-bagi tugas dalam menangani bencana berbasis air," kata Gubernur Emil di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Kamis.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu, mengatakan kemarin dirinya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dipanggil Presiden Joko Widodo, di Jakarta.

"Rapatnya cukup panjang karena yang dibahas komprehensif, pertama memastikan tanggap darurat selesai secepatnya. Jabar saya kira udah, sekarang pasca-kejadian memastikan bantuan kebutuhan bantuan lancar," kata dia.

Untuk di Jawa Barat, kata dia, pascabencana alam awal tahun ini yang menjadi perhatian hanya di Bogor.

"Alhamdulillah di Bogor memang sudah terbuka oleh akses udara dan longsor 80 persen dari laporan dari Menteri PUPR sudah terbuka," kata dia.

Baca juga: Gubernur Jabar usul dibentuk badan koordinasi pengelolaan air banjir

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, juga akan ada rapat teknis pembagian tugas dalam mengelola tata air yang berada di Jabodetabek.

"Karena sistem air kita kemarin tidak didesain untuk sampai mendekati 400 mm. Jadi faktor ini di secara resmi adalah cuaca ekstrem, yang biasanya 100 mm itu paling tinggi, kemarin itu tertinggi dalam 154 tahun jadi sangat-sangat tinggi," kata dia.

Pada rapat kemarin, pihaknya juga mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk dibentuk badan koordinasi yang bertugas mengelola aliran air banjir.

"Saya usulkan ada badan koordinasinya. Jadi jangan lempar-lemparan, jadi dikelola lembaga resmi yang nanti mengelola anggaran juga. Terakhir solusi 'engineering' bendungan dipercepat, dan bendungan baru dibangun," kata Emil.

Baca juga: Politisi sarankan tata ruang DKI-Jabar disatukan untuk atasi banjir

Menurut dia, dengan koordinasi yang tersusun baik melalui badan itu maka antisipasi banjir dapat dilakukan lebih baik.

Upaya antisipasi melalui badan itu dapat dilakukan oleh tiga provinsi, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Emil mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi mengapresiasi usulannya itu.

"Tapi keputusan terserah beliau," katanya.

Ia menjelaskan badan itu juga diharapkan dapat mengelola dana pencegahan banjir yang dikumpulkan dari masing-masing provinsi.

"Misalkan contoh ini, bikin embung banyak di Bogor. Duitnya dari DKI Jakarta juga bisa begitu. Jangan andalkan dari daerah yang memang terbatas dari sisi keuangan," demikian Emil.

Baca juga: Hujan lebat potensi terjadi di Banten dan Jabar
Baca juga: Anies diminta tidak politisasi banjir dan fokus kerja
Baca juga: Pakar sarankan pemerintah perbanyak embung cegah banjir

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Jabar simulasi adaptasi kebiasaan baru rumah ibadah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar