Nusa Dua (ANTARA News) - Krisis keuangan dunia diperkirakan akan mempengaruhi siaran acara olahraga melalui televisi di Indonesia karena tingginya harga hak siar acara olahraga akan sulit dipenuhi pengelola-pengelola televisi.

Hal ini adalah salah satu isu yang dibicarakan saat pertemuan kelompok penyiaran olahraga di Nusa Dua, Bali dalam rangkaian Sidang Umum Asia Pasific Broadcasting Union (ABU) ke-45, Rabu.

Direktur bagian Olahraga ABU John Barton mengatakan, situasi ekonomi yang terpuruk akan menyulitkan televisi lokal atau nasional untuk membayar biaya yang ditentukan pihak penyelenggara olahraga tersebut. Ia mencontohkan tingginya biaya hak siar pertandingan bola atau ajang olahraga khusus seperti Olimpiade.

"Jangka waktu enam hingga 12 bulan ke depan adalah masa tersulit bagi dunia pertelevisian dalam menyiarkan acara olahraga," kata Barton.

Barton juga mengatakan, dampak krisis global akan mempengaruhi dunia pertelevisian pada dua sektor. Pertama, dunia pertelevisian tidak mampu lagi membeli acara olahraga internasional dan akhirnya dunia pertelevisian harus memenuhi kuota siaran olahraganya dari ajang olahraga lokal.

Selama ini pemirsa televisi secara umum menyukai acara sepakbola kelas dunia, seperti Liga Premier Inggris, Piala Dunia FIFA World Cup.

Tingginya harga hak siar ini diharapkan disikapi secara rasional oleh dunia penyiaran.

Sidang Umum Asia Pasific Broadcasting Union ke-45 berlangsung di Nusa Dua, Bali sejak tanggal 19 hingga 25 November 2008.

Sidang Umum ini didahului dengan rapat komisi tehnik, program dan olah raga dari tanggal 20 hingga 22 November 2008 dan dilanjutkan dengan perjalanan wisata tanggal 23 November 2008.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008