2 wisatawan tewas terseret ombak Pantai Cijeruk Garut

2 wisatawan tewas terseret ombak Pantai Cijeruk Garut

Petugas mengevakuasi korban terseret ombak di Pantai Cijeruk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/1/2020). (ANTARA/HO/Tagana Cibalong)

Sempat minta tolong ke nelayan, tapi nelayan tidak berani menurunkan perahu karena terkendala gelombang tinggi
Garut (ANTARA) - Sebanyak dua wisatawan asal Tangerang, Banten ditemukan tewas setelah terseret ombak di Pantai Cijeruk, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu pagi.

Camat Cibalong Ahmad Mawardi di Garut, Minggu, membenarkan kejadian itu, bahkan ada satu orang lagi yang ikut terseret ombak yang hingga saat ini masih dalam pencarian petugas gabungan.

"Dua orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kami (tim gabungan, red.) masih mencari satu korban lagi," katanya.

Ia menuturkan ketiga wisatawan itu dari Tangerang, berenang di pantai setempat bersama empat rekan lainnya. Namun, tanpa diduga ombak menyeret ketiga wisatawan.

Sebanyak dua wisatawan yang berhasil ditemukan, yakni Slamet (46), warga Kampung Warung Mangga, Desa Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dan Supriadi (46), warga Kampung Cisoka, Perum Bukit Gading Permai, Tangerang.

Baca juga: Wisatawan tewas akibat terseret ombak di Payangan Jember

Korban yang masih dalam pencarian, bernama Rusnita alias Bojes (32), warga Kampung Ciakar, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang.

"Untuk korban sudah dibawa ke puskesmas untuk dibawa oleh pihak keluarga," katanya.

Ahmad menceritakan peristiwa nahas itu bermula ketika rombongan wisatawan berjumlah tujuh orang berwisata ke Pantai Cijeruk, salah satu objek wisata di wilayah selatan Garut.

Rombongan yang menggunakan mobil Avanza itu, tiba di Pantai Cijeruk, sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian sekitar pukul 05.30 WIB wisatawan menuju pantai untuk berenang.

Sekitar pukul 07.00 WIB, tiga di antara tujuh wisatawan terseret ombak. Rekan korban yang selamat meminta bantuan warga setempat dan nelayan.

"Sempat minta tolong ke nelayan, tapi nelayan tidak berani menurunkan perahu karena terkendala gelombang tinggi," katanya.

Terkait dengan kejadian itu, sejumlah petugas dari kecamatan, kepolisian, Satpol Air, dan Tagana mengevakuasi korban dan mencari wisatawan yang masih hilang dengan menyusuri pantai.

Baca juga: Terseret ombak di Pantai Watu Leter, BPBD cari mahasiswa UB
Baca juga: Empat santri terseret ombak satu hilang di Pantai Karang Bolong
Baca juga: Tim SAR lanjutkan pencarian dua wisatawan terseret ombak Pantai Bantul

Pewarta: Feri Purnama
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG Bandung: fenomena La Nina tingkatkan curah hujan hingga 40 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar