Sekda DKI segera cek penyebab harga cabai naik

Sekda DKI segera cek penyebab harga cabai naik

Pedagang memilah cabai rawit merah yang dijajakannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (14/1/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd.

Saya belum dapat kabar. Nanti dicek dulu kenapa, kan bisa macam-macam penyebabnya
Jakarta (ANTARA) - Harga cabai di berbagai pasar di Jakarta diinformasikan merangkak naik, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan penyebabnya.

"Saya belum dapat kabar. Nanti dicek dulu kenapa, kan bisa macam-macam penyebabnya, bisa karena cuaca, karena faktor transportasi hingga distribusi. Saya belum dapat laporan bagaimana," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Jika nantinya harga akan melonjak semakin tinggi, Saefullah mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan operasi pasar.

Baca juga: Harga cabai dan bawang di Pasar Pulo Gadung relatif stabil

"Ya operasi, kan masih punya barang untuk stabilisasi harga, tapi itu dua pekan sekali juga sebetulnya keluar dari fasilitas penyimpanan, jadi biar tidak busuk," katanya.

Dilihat dari aplikasi Informasi Pangan Jakarta milik Pemprov DKI Jakarta, harga cabai saat ini terpantau mengalami kenaikan antara lain, cabai rawit merah Rp79.133/kg, naik Rp1.601.

Harga cabai merah kriting Rp66.377/kg, yang naik Rp58.

Baca juga: Harga cabai di pasar tradisional Yogyakarta merangkak naik

Sementara itu, harga cabai merah Rp74.954/kg, naik Rp2.294. Adapun harga cabai rawit hijau Rp40.500/kg yang naik Rp138.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pasokan berkurang, harga cabai merangkak naik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar