Pemkab Sukamara Kalteng salurkan 11.000 bibit ikan kakap putih

Pemkab Sukamara Kalteng salurkan 11.000 bibit ikan kakap putih

Bupati Sukamara Windu Subagio meninjau budi daya tambak milik masyarakat di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, Kalteng, Senin (20/1/2020). ANTARA/HO-Pemkab Sukamara/aa.

Selain bantuan bibit ikan, para warga juga diberi pakan bibit sebanyak empat sak dan pakan induk 16 sak
Sukamara, Kalteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, menyalurkan bantuan sebanyak 11 ribu bibit ikan kakap putih untuk dibudidayakan masyarakat di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci.

"Kami harapkan budi daya kakap putih melalui kelompok pembudi daya ini dapat bermanfaat dan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Bupati Sukamara Windu Subagio saat meninjau lokasi budi daya ikan kakap putih di Desa Sungai Pasir, Kalteng, Senin.

Menurut dia, selain bantuan bibit ikan, para warga juga diberi pakan bibit sebanyak empat sak dan pakan induk 16 sak.

Bantuan itu telah diterima Kelompok Harapan Bersama Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci. Bibit telah ditebar ke tiga kolam air payau yang berukuran masing-masing 2x50 meter persegi pada Desember 2019 dan hingga kini pertumbuhannya sangat baik.

"Saya berharap dan berpesan kepada kelompok pembudi daya, agar dapat mengembangkannya dan terus mencari inovasi dalam pengelolaan dan pembudidayaan ikan kakap putih tersebut," kata Windu.

Kepala Dinas Perikanan Pandedi melalui Sekretaris Dinas Perikanan Syamsir Hidayat menjelaskan ikan kakap merupakan spesies ikan yang banyak digemari oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, harga ikan kakap juga terbilang cukup tinggi, sehingga peluang usaha budi dayanya memiliki potensi untuk meraup keuntungan yang juga tinggi.

“Ikan kakap merupakan ikan yang hidup di perairan peralihan, sehingga ikan kakap dapat hidup di air laut, air payau hingga air tawar. Terdapat beberapa jenis ikan kakap, namun yang paling dikenal di Indonesia adalah ikan kakap merah dan putih,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi lahan yang cocok memungkinkan ikan kakap tumbuh tanpa adanya hambatan. Ikan kakap diketahui memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi terhadap salinitas, berarti ikan kakap dapat hidup pada kondisi air apapun.

Budi daya ikan kakap dapat dilakukan pada kolam, tambak maupun daerah pinggir pantai. Namun kualitas air yang digunakan haruslah tetap terjaga, karena ikan kakap berasal dari daerah tropis, maka suhu kolam harus disesuaikan dengan habitat alaminya.

"Suhu kolam yang ideal untuk budi daya ikan kakap adalah 27 derajat hingga 32 derajat celsius,” ungkap Syamsir.

Ikan kakap termasuk jenis ikan karnivora, artinya ikan kakap lebih dominan memakan binatang lainnya, antara lain adalah plankton, cumi-cumi, udang dan ikan kecil. Meski begitu, ikan kakap juga dapat diberikan pakan berupa pelet.

Setelah melewati masa pemeliharaan satu tahun atau ikan kakap sudah mencapai bobot sekitar 500-1.000 gram, maka sudah dapat dipanen. Jika ada ikan kakap yang memiliki berat lebih dari satu kilogram, maka sebaiknya dijadikan indukan. Alat yang perlukan untuk memanen ikan kakap adalah jala atau serokan.

Pada kesempatan yang sama, Akwansyah sebagai ketua kelompok, mengucapkan terima kasih dan berjanji akan bersungguh-sungguh mengelola dan mengembangkan kolam ikan kakap tersebut, serta memasang waring untuk mencegah gangguan hama pengganggu.

Baca juga: Pemkab Sukamara berupaya lakukan pencegahan meluasnya abrasi pantai
Baca juga: KKP luncurkan kawasan tambak kakap putih pertama di Indonesia

Pewarta: Kasriadi/Donefrid Lalang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kementerian KKP kembangkan perikanan budi daya di perairan Banyuasin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar