Atletik

Zohri ke China sebagai persiapan jelang Olimpiade 2020

Zohri ke China sebagai persiapan jelang Olimpiade 2020

Lalu Muhammad Zohri (tengah) ketika mengikuti final lari nomor 200 meter U-20 di Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20 dan Senior 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta (ANTARA) - Sprinter andalan Indonesia Lalu Muhammad Zohri akan terbang ke China untuk mengikuti kejuaraan atletik sebagai laga uji coba sebelum berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo pada Juli mendatang.

Pelatih lari jarak pendek Indonesia, Eni Nuraeni, pada Senin di Jakarta mengatakan, Zohri akan mengikuti setidaknya dua kejuaraan atletik indoor yang berlangsung pada Februari dan Maret.

Kejuaraan pertama yang dipastikan akan diikuti oleh Zohri adalah 9th Asian Indoor Championships pada 12-13 Februari di Hangzhou, kemudian diikuti dengan 2020 World Athletics Indoor Tour di Nanjing, China pada 13-15 Maret.

"Pertengahan Februari ini sama Maret ada Kejuaraan Indoor Asia sama (kejuaraan) dunia indoor. Mungkin di situ melihatnya karena memang sampai bulan Juni kualifikasi (olimpiade) masih jalan," ujar Eni saat ditemui selepas latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

Meski Zohri sudah dipastikan lolos ke olimpiade 2020, Eni mengatakan bahwa anak asuhnya itu masih perlu mengikuti beberapa kejuaraan sebagai latih tanding dan meningkatkan mental serta rasa percaya diri sebelum turun di pesta olahraga terbesar di dunia nanti.

"Kejuaraan ini buat latih tanding biar biasa. Berusaha yang terbaiklah memperbaiki (hasil) yang kemarin di Osaka," katanya.

Pada Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, Zohri mampu finis di peringkat ketiga dengan catatan waktu 10.03 detik. Hasil itu memastikan tiket bagi Zohri menuju Olimpiade 2020 karena ia sukses menembus limit lolos 10.05 detik di kategori lari 100 meter.

Bagi Zohri, kejuaraan atletik indoor nanti yang merupakan lomba lari 60 meter itu, akan menjadi tantangan tersendiri baginya. Apalagi Zohri mengaku dia masih lemah dalam hal start blok.

"Ada (bedanya antara lari jarak 60 meter dan 100 meter). Kan semua orang tahu saya lambatnya di start itu masalahnya apalagi ini (lari jarak) 60 meter. Besok juga musuhnya Asia ya semua sama kuatnya," ujar pria berusia 19 tahun itu.

"Semoga memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia, soalnya saya belum pernah ikut yang (kejuaraan) indoor," katanya menambahkan.

Baca juga: Kejuaraan Dunia Atletik, Zohri gagal tembus semifinal lari 100 meter

Baca juga: PB PASI tak persoalkan kegagalan Zohri di Qatar

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menengok aktivitas Muhammad Zohri usai Asian Games 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar