Bandara Syamsudin Noor dilengkapi "Thermo Scanner" cegah virus corona

Bandara Syamsudin Noor dilengkapi "Thermo Scanner" cegah virus corona

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin mengoperasikan Thermo Scanner. (antara/firman)

Banjarbaru (ANTARA) - Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan mulai Jumat (24/1), telah dilengkapi alat "Thermo Scanner" untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang datang guna mencegah masuknya virus corona yang belakangan mengemuka.

"Mudah-mudahan dengan adanya alat yang dioperasionalkan Kantor Kesehatan Pelabuhan ini bisa mencegah penyebaran virus corona masuk ke daerah kita," terang Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria di Banjarbaru, Jumat.

Baca juga: Gorontalo antisipasi virus corona masuk dari Manado

Penempatan alat "Thermo Scanner" di terminal kedatangan, ungkap pria yang kerap disapa Adit itu, bertujuan setiap penumpang yang baru tiba dapat diketahui kondisi kesehatannya yang dideteksi dari suhu tubuh.

"Kami berharap adanya alat ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Kalimantan Selatan, karena bandara yang per harinya dilintasi 8.000 hingga 9.000 penumpang sebagai pintu masuk orang luar sudah berupaya mencegah penyebaran virus corona," tuturnya.

Sementara operator "Thermo Scanner" Bahriansyah menjelaskan, bagi orang yang suhu tubuhnya di atas suhu normal yaitu 38 derajat Celsius, secara otomatis akan terdeteksi di layar.

"Suhu tubuh yang normal bisa berada di antara 36,5 sampai 37,2 derajat Celcius. Jadi jika melebihi itu, kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun hingga siang ini tidak ditemukan, semuanya masih normal," jelasnya.
Suasana gedung terminal di Bandara Internasional Syamsudin Noor. (antara/foto/firman)


Bagi masyarakat yang ditemukan suhu tubuhnya tinggi, maka akan dilakukan pengecekan oleh tim medis guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Baca juga: Antisipasi virus corona, KKP perketat pengawasan bandara di Sultra

"Jadi suhu badan panas bukan secara otomatis dia tertular virus corona. Tentunya banyak faktor penyebabnya. Namun yang pasti, jika suhu badan tinggi maka orang yang bersangkutan tidak dalam kondisi normal, bisa karena lagi sakit dan sebagainya," pungkas petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin itu.

Diketahui jika virus corona mulai ramai menjadi perbincangan setelah Cina mengkonfirmasi adanya penyebaran virus tersebut yang diduga mewabah dari Kota Wuhan, ibu kota provinsi Hubei di Cina Tengah.

Bahkan, sejumlah negara sudah menyatakan ada warganya yang terjangkit virus corona usai berkunjung ke Kota Wuhan. Namun di Indonesia sendiri, hingga kini belum ada ditemukan kasusnya.
 

Pewarta: Firman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar