Mendag resmikan Pasar Banjarejo di Jawa Tengah

Mendag resmikan Pasar Banjarejo di Jawa Tengah

Dokumen: Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Agus Suparmanto meninjau kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jumat (20/12/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

Sinergi yang baik antara berbagai pihak telah menjadikan proses revitalisasi Pasar Banjarejo berjalan lancar
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meresmikan Pasar Banjarejo di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blora Sarmidi.

“Pembangunan atau revitalisasi pasar tersebut adalah yang ditunggu masyarakat maupun pedagang, karena selain untuk menciptakan pasar yang modern, bersih dan higienis, juga dapat menyediakan barang-barang yang dibutuhkan serta memberikan harga yang terjangkau bagi rakyat,” kata Mendag lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Mendag pantau pasar tradisional Pa'baeng-baeng Makassar
 

Revitalisasi dilakukan atas kerja sama dengan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora, Kadis Perdagangan Propinsi Jateng, serta seluruh elemen masyarakat yang berjalan lancar, dalam memindahkan para pedagang maupun penyediaan lahan.

Revitalisasi Pasar Banjarejo merupakan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan peresmian Pasar Banjarejo diharapkan perekonomian daerah semakin menggeliat.

Sebagai simpul kekuatan ekonomi lokal, lanjut Mendag, karena keberadaan pasar rakyat menjadi sarana berjualan terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Mendag juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora dan jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, serta para pedagang yang telah bekerja sama dengan baik.

"Sinergi yang baik antara berbagai pihak telah menjadikan proses revitalisasi Pasar Banjarejo berjalan lancar dan proses pemindahan berjalan damai tanpa konflik,” imbuhnya.

Baca juga: ITS lakukan uji kekuatan struktur bangunan Pasar Besar Kota Malang
 

Pasar Banjarejo dibangun melalui Dana Tugas Pembantuan dengan pagu anggaran sebesar Rp4 miliar. Pasar ini mampu menampung 341 pedagang serta memiliki 41 unit kios dan 171 lapak. Pasar ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti lahan parkir yang luas dan juga area bongkar muat.

Pasar Banjarejo merupakan salah satu pasar rakyat yang dibangun pada 2019 dan termasuk dalam Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo tahun 2014-2019 yang mencanangkan pembangunan/revitalisasi 5.000 pasar rakyat.

Sampai akhir 2019, target pembangunan/revitalisasi pasar rakyat sebagai amanat Nawa Cita telah tercapai, yakni sebanyak 5.287 unit pasar rakyat.

Selain melakukan pembangunan pasar rakyat secara fisik, Kementerian Perdagangan juga melakukan revitalisasi nonfisik untuk meningkatkan citra dan merubah persepsi negatif masyarakat terhadap pasar rakyat. Pasar rakyat kini menjadi pasar bersih, nyaman, tertib ukur dan higienis.

Baca juga: Pemkab Sleman akan merevitalisasi lagi tiga pasar tradisional 2020


 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

APPSI: Pasar-pasar tradisional perlu direvitalisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar