Anti Hoax

Cek fakta: Pasien terduga infeksi corona di Semarang meninggal?

Cek fakta: Pasien terduga infeksi corona di Semarang meninggal?

Sejumlah tim medis mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah virus novel Coronavirus (nCoV) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah virus tersebut. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww. (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Media sosial dan aplikasi berbagi pesan instan mendadak riuh dengan informasi seorang pasien yang diduga telah terinfeksi virus corona meninggal di Semarang.

Dalam sebuah unggahan, terdapat satu akun Twitter menyebut pasien itu meninggal dunia di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang.

Akun itu menautkan pula konten video yang berasal dari salah satu media televisi nasional dengan judul "5 Pasien "Suspect" Virus Korona".

Selain mengunggah konten video pada Sabtu (1/2), akun tersebut juga menambahkan narasi sebagai berikut:

"...@Satu (1) dari 5 Pasien Suspect Infeksi Virus Corona'--Meninggal Dunia Di RSU Dr Kariadi Semarang-Indonesia..artinya Kitapun Tidak Luput Dari Wabah Infeksi Berbahaya Ini"
 
Unggahan konten hoaks terkait pasien terinfeksi virus corona yang meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang. (Twitter)


Akun lain di Twitter juga mengunggah konten video serupa yang dilengkapi ucapan duka cita. Sebuah konten video berita turut pula ditautkan pada unggahan itu.

Sementara di Instagram, terdapat sebuah cuplikan adegan video dalam unggahan Instastory yang dilengkapi narasi pasien terduga terinfeksi virus corona dirujuk ke Rumah Sakit dr Kariadi dari RS Colombia.
 
Unggahan konten hoaks terkait pasien terinfeksi virus corona yang meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang. (Twitter)


Di aplikasi berbagi pesan WhatsApp, beredar pula informasi serupa yang lantas diunggah menjadi konten Instastory.

Berikut narasi yang terdapat di aplikasi WhatsApp: "informasi buat teman2 yg dinas di rsup dr. kariadi mohon untuk selalu memakai masker berhubung di ruang rajawali lt.6 sudah ada pasien susp. corona".

Namun, benarkah terdapat pasien yang meninggal akibat terinfeksi virus corona di RSUP dr. Kariadi Semarang?
 
Unggahan konten hoaks terkait pasien terinfeksi virus corona yang meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang. (Instagram)


Penjelasan:

Konten video yang diunggah ramai-ramai oleh warganet di berbagai media sosial itu merupakan berita video milik Kompas TV.

Konten-konten video yang diunggah oleh berbagai akun media sosial telah disunting dan hanya menyisakan bagian awal berita video.

Durasi konten video di akun-akun media sosial hanya 36 detik. Durasi itu berbeda dengan konten asli berita video Kompas TV yaitu dua menit 12 detik.

Dalam 36 detik pertama, Kompas TV belum menjelaskan kegiatan penanganan pasien yang diduga telah terinfeksi virus corona itu merupakan rangkaian simulasi yang digelar Rumah Sakit Umum Pusat dr. Karidi Semarang.

Dalam kanal YouTube resmi mereka, Kompas TV menuliskan judul unggahan video "RS Kariadi, Semarang Gelar Simulasi Penanganan Pasien Virus Corona".

Dalam tayangan awal video itu hingga detik ke-44, sub-judul berita tertulis "4 Dirawat Di Ruang Isolasi, 1 Meninggal".

Namun pada detik ke-45, Kompas TV menulis sub-judul berita "RSUP dr Kariadi Simulasi Perawatan Pasien Virus Korona".

Klaim : Pasien yang diduga terinfeksi virus corona meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang
Rating : Salah/Misinformasi

Catatan khusus:
Konten ini sebelumnya berjudul "Pasien terduga infeksi corona di Semarang meninggal, ini penjelasannya". Judul tersebut telah kami ubah agar tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Baca juga: KKP Semarang pantau kedatangan penumpang dari luar negeri

Baca juga: RSUP Kariadi Semarang siapkan ruang isolasi pasien terinfeksi corona

Pewarta: Tim JACX
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Malang siapkan makam khusus COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar

  1. herryrudisca@gmail.com

    Demi alasan persaingan antar Media,Judul berita memang sengaja dibuat semenarik mungkin. Jaman skrg bnyk ABG2 bloon hny membaca judul berita tanpa membaca isi nya terus menyebarkan nya.. jadilah berita hoax. Klo sdh terlanjur menyebar dan meresahkan susah meredam nya. Maka nya lebih bijaksanalah memilih Judul Berita.

  2. poerskak@gmail.com

    cara memilih judul yg baik, jika didasari oleh motivasi yg baik maka dapat meningkatkan citra media. begitu juga sebaliknya.

  3. aprilinahartono9134@gmail.com

    Penyebar hoax wajib ditangkap....

  4. pancakyosu@gmail.com

    Yups. Demi menjual informasi, gak sedikit media menjadikan berita simulasi seakan2 adalah kejadian nyata. Di akhir berita baru di jelaskan.. entah untuk tujuan agar penonton/pembaca lebih perhatain atau sekedar mencari sensasi. Tapi sekarang teebukti, hal seperti ini di manfaatkan oleh pihak2 yg TDK bertanggung jawab dengan membagikan kembali berita/mengedit menjadi satu informasi tidak lengkap dan meresahkan masyarakat..