87 rumah terendam banjir di Solok Selatan

87 rumah terendam banjir di Solok Selatan

Banjir merendam sekolah dasar dan pemukiman di Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan. ANTARA/HO-Aspri

air sudah mulai surut tetapi warga masih siaga
Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 87 rumah serta satu sekolah dasar di Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selata Kabupaten Solok Selatan terendam banjir setinggi 50 centimeter akibat luapan Sungai Batang Hari, Sabtu pagi.

"Sekarang air sudah mulai surut tetapi warga masih siaga sebab banjir bisa saja melanda kembali kalau di bagian hulu sungai curah hujan masih tinggi," kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Solok Selatan Richi Amran didampingi Kasi Kedaruratan Romi Aprijal, di Padang Aro, Sabtu.

Dia mengatakan, saat ini petugas masih berupaya menuju lokasi sebab daerah Talantam merupakan salah satu titik yang sulit dijangkau.

Baca juga: Wamen PUPR: Solok Selatan siapkan data relokasi korban banjir
Baca juga: Solok Selatan butuh Rp1,1 triliun untuk perbaikan pascabanjir


Untuk menuju Talantam tim harus melalui jalur darat terlebih dahulu setelah itu dilanjutkan dengan transportasi air menggunakan perahu mesin tempel.

Transportasi air menggunakan perahu mesin tempel bisa ditempuh dalam waktu satu jam dari titik naik terdekat yaitu Sungai Penuh.

Dia menyebutkan, saat ini korban banjir membutuhkan bantuan sembako dan Pemerintah daerah segera menyalurkannya.

"Hasil koordinasi kami masyarakat sekitar saat ini membutuhkan sembako dan kami secepatnya menyalurkan ke lokasi," ujarnya.

Baca juga: Hipmi Peduli Sumbar salurkan bantuan korban banjir di Solok Selatan
Baca juga: Dua nagari di Solok Selatan Selatan diterjang banjir


Pada Desember 2019 Talantam juga dilanda banjir akibat luapan Sungai Batang Hari dengan ketinggian 120 centimeter.

Akibat banjir pada 2019 membuat jembatan Talantam putus, dua rumah hanyut dan menara telekomunikasi roboh dan rumah warga terendam sedalam 120 centimeter.

Talantam merupakan salah satu daerah sulit dijangkau di Solok Selatan dan berada di sepanjang aliran Sungai Batang Hari.

Selain susah akses transportasi Talantam juga tidak ada jaringan telepon selular sehingga menyulitkan koordinasi.

Baca juga: Kerugian banjir Solok Selatan Rp16,01 miliar
Baca juga: Korban banjir Lubuk Ulang Aling Solok Selatan butuh alat pembersih
Baca juga: Solok Selatan gunakan lima perahu karet evakuasi korban banjir


Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar