Camat belum terima BAP terkait indekos tiga lantai roboh

Camat belum terima BAP terkait indekos tiga lantai roboh

Pasukan oranye PPSU Kelurahan Pela Mampang, membersihkan puing-puing indekos tiga lantai yang roboh di Jalan Bangka Barat IV, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

Masyarakat diminta untuk mengurus IMB agar tidak ada kejadian bangunan roboh seperti dialami indekos tiga lantai di Jalan Bangka IV Jakarta Selatan ini
Jakarta (ANTARA) - Camat Mampang Prapatan, Djaharuddin mengatakan belum menerima berita acara pemeriksaan (BAP) dari kepolisian terkait robohnya indekos tiga lantai  di Jalan Bangka Barat IV, Pela Mampang, Jakarta Selatan.

Menurut Djaharuddin saat dikonfirmasi Minggu, BAP dari kepolisian diperlukan untuk menindaklanjuti soal pembangunan indekos tiga lantai yang tidak mengantongi izin mendirikan bangunan.

"Kalau memang hasil pemeriksaan itu jelas tidak ada IMB, berarti kami akan melakukan minimal kerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan monitoring dan penyisiran," kata Djaharuddin.

Ia mengatakan bagi bangunan yang tidak mengantongi izin lalu roboh tidak menjadi persoalan, namun indekos tiga lantai tersebut sudah ditempati sehingga penyelesaianya cukup berat.

Tapi, lanjut dia, beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada warga atau penghuninya yang menjadi korban, seluruh penghuni berhasil keluar dengan selamat.

Menurut dia, tindak lanjut rumah tidak memiliki izin dan belum ditempati penghuninya maka urusan pengawasan ada di Dinas Citata.

"Tapi kalau sudah terisi tidak ada IMB nah itu memang diserahkan kepada pihak perangkat walikota, lurah dan camat," katanya.

Langkah ke depan, lanjut Djaharuddin adalah menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya mengurus IMB.

Selain IMB, penting pula membangun bangunan dengan struktur yang kuat dan memenuhi standar.

"Kalau memang dimungkinkan dibuatkan IMB tapi harus dengan struktur yang memenuhi standar," kata Djaharuddin.

Kondisi saat ini, tim Petugas Penyedia Saran Prasarana Umum (PPSU) dari Kecamatan Mampang Prapatan telah melakukan evakuasi material bangunan indekos yang roboh.

Baca juga: Kerugian indekos tiga lantai roboh ditaksir capai miliaran

Baca juga: Warga dirikan dapur umum untuk korban indekos roboh

Baca juga: Penghuni indekos roboh mulai cari barang berharga miliknya


Kecamatan mengerahkan 100 pasukan oranye untuk membongkar material dan mengevakuasi barang-barang milik penghuni yang masih bisa diselamatkan.

Indekos tiga lantai terdiri atas 22 kamar roboh di Jalan Bangka Barat IV Sabtu (8/2) peristiwa itu terjadi pukul 05.10 WIB.

Total ada 19 kamar yang terisi, seluruh penghuni berhasil keluar menyelamatkan diri sebelum indekos roboh menimpa tiga rumah warga lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi dua orang penghuni mengalami luka ringan pada saat mencoba menyelamatkan diri.

Menurut pemilik indekos Abdulah (45), bangunan tersebut dibangun tahun 2015, dihuni sekitar 19 pintu.

Ia mengatakan pada lantai tiga bangunan terdapat dak tempat menaruh toren air, satu toren isi 1.500 liter dan 500 liter.

"Mungkin karena hujan, apalagi di dak itu ada air tampungan juga yang tidak mengalir salurannya, ditambah ada sampah dibawa anak-anak yang suka nongkrong di sana, karena juga bangunan jadi rapuh," kata Abdullah.

Abdullah menyebutkan, indekos tersebut roboh mulai dari lantai tiga, lalu lantai dua. Sedangkan lantai pertama masih berdiri.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masjid Jami' Al Munawar Pancoran tetap gelar shalat dzuhur berjamaah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar