Artikel

Tour de Langkawi, cara Malaysia "menjual" diri

Oleh A Rauf Andar Adipati

Tour de Langkawi, cara Malaysia "menjual" diri

Pebalap PGN Road Cycling Team (PRCT) Jamalidin Novardianto (kaus merah-putih) mengayuh sepeda pada etape keenam Tour de langkawi di Pulau Penang, Malaysia (11/2/2020). (ANTARA/HO/Tour de Langkawi)

Jakarta (ANTARA) - Negara jiran Malaysia sedikit kurang beruntung dibanding Indonesia perihal magnet untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri. Tidak heran, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada 25 tahun silam memiliki ide untuk "menjual" pesona negaranya dengan menghelat Tour de Langkawi (TdL).

Cita-cita Mahathir saat itu sebenarnya "sederhana," yakni untuk meletakkan Malaysia dalam peta olahraga dan pariwisata dunia. Kini boleh dibilang cita-cita itu cukup berhasil diwujudkan dengan semakin populernya balap sepeda.

Tahun 2020 menandai 25 tahun bergulirnya balapan tahunan tersebut. Bertepatan dengan angka monumental tersebut, TdL kini juga telah naik level, dari 2.HC road race menjadi UCI (Union Cyclist Internationale) Proseries.

Baca juga: Celano menjadi juara umum TdL meski tidak pernah menangi etape

Sebagai informasi, UCI Proseries merupakan balapan strata kedua dalam dunia balap sepeda. Balapan ini hanya berada satu kasta lebih rendah dari balapan berstatus UCI World Tour seperti Tour de France dan Giro d'Italia.

Tim-tim peserta

Pada 2020, terdapat 21 tim peserta yang ambil bagian dalam TdL. Jumlah tersebut berkurang satu tim dari edisi sebelumnya.

Dari ke-21 tim tersebut, terdapat satu tim berstatus tim dunia UCI yakni NTT Pro Cycling Team, lima tim pro, 14 tim kontinental, dan satu tim nasional Malaysia.

Merebaknya virus Corona memberi sedikit hantaman kepada penyelenggaraan TdL. Tim asal China Hengxhiang Cycling Team batal berangkat. Namun tim China lain SSOIS Miogee Cycling Team masih dapat turut serta.

Sesuai undangan yang diterima, Indonesia mengirim satu tim yakni PGN Road Cycling Team, yang diperkuat pemenang medali emas SEA Games 2019 nomor Time Trial Aiman Cahyadi.

Baca juga: 21 tim peserta TdL 2020 diperkenalkan

TdL tahun ini

TdL tahun ini diselenggarakan dalam delapan etape, dengan melintasi sembilan negara bagian Malaysia yakni Sarawak, Terengganu, Pahang, dua wilayah persekutuan (Putrajaya dan Kuala Lumpur) Selangor, Perak, Penang, dan Kedah.

Balapan tahun ini juga menandai kembalinya TdL ke Pulau Kalimantan setelah sempat dilewatkan sejak 1997. Saat itu, dua tim Italia yakni Mapei dan MG, serta satu tim Prancis Casino menolak tampil pada etape kedua akibat proses pengangkutan sepeda mereka yang terlalu lama menuju Sabah dan Sarawak.

Acara pembukaan dan perkenalan tim TdL tahun ini juga dilakukan di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Kinabalu, oleh Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq. Tetapi antusiasme masyarakat tidak terlalu bagus saat acara tersebut dilakukan di Lapangan Merdeka, Kota Kinabalu, 5 Februari silam.

Saat ditanyakan kepada masyarakat mengapa mereka tidak tertarik menyaksikan acara pembukaan TdL, sebagian besar mengatakan karena mereka masih harus bekerja pada esok harinya. Sedangkan sebagian lain merasa mereka kesulitan untuk bisa mendapatkan tempat parkir sehingga lebih memilih untuk melewatkannya.

Namun tidak dapat dikatakan bahwa masyarakat Kota Kinabalu mengabaikan acara tersebut. Terbukti saat berlangsungnya ajang pemanasan Malaysian International Criterium di dalam kota pada 6 Februari, masyarakat ramai menyaksikan dan mengabadikan momen-momen para pebalap melintasi mereka.
Siswa-siswa sekolah Kebangsaan Haji Idris Tajar di Langgar, Kedah, Malaysia, bersiap-siap menyambut kedatangan para pebalap Tour de Langkawi yang akan melintasi mereka. (11/2/2020). (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)


Baca juga: Yoga finis posisi sembilan etape enam TdL 2020

Selanjutnya: Tour secara resmi...

Oleh A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar