Liga Champions

PSG harus percaya diri jika tak ingin dilamun Signal Iduna Park

PSG harus percaya diri jika tak ingin dilamun Signal Iduna Park

Para pendukung Borrusia Dortmund di Signal Iduna Park, Dortmund, dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (27/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Leon Kuegeler/pras.

Jakarta (ANTARA) - Paris Saint-Germain harus punya kepercayaan diri yang besar jika tak ingin tenggelam dilamun atmosfer Stadion Signal Iduna Park, demikian dikatakan manajer mereka Thomas Tuchel.

PSG bakal bertandang ke Signal Iduna Park, menantang Borussia Dortmund dalam laga pertama 16 besar Liga Champions pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) yang juga menandai "kepulangan" Tuchel sejak meninggalkan klub tersebut pada akhir musim 2016/17.

Dua musim yang dihabiskan Tuchel di Signal Iduna Park, cukup baginya untuk menjadi saksi hidup betapa ganas atmosfer yang diciptakan oleh para suporter Dortmund di sana.

Baca juga: Neymar siap perkuat PSG hadapi Dortmund

"Kepercayaan diri adalah kunci, jika tidak, kami tak mungkin bisa selamat di stadion ini, di hadapan suporter 'seganas' ini," kata Tuchel dalam jumpa pers prapertandingan yang dilansir laman resmi PSG.

Rekam jejak PSG di berbagai kompetisi musim ini, menurut Tuchel harus menjadi sumber kepercayaan diri Le Parisien ketika berada di tengah lapangan Signal Iduna Park.

PSG lolos dari fase penyisihan grup Liga Champions dengan mengungguli pengoleksi gelar terbanyak Real Madrid. Sedangkan di level domestik, PSG saat ini bercokol di puncak klasemen Liga Prancis dengan keunggulan 10 poin serta sudah memesan tiket partai final Piala Liga Prancis dan selangkah lagi menuju partai puncak Piala Prancis.

"Semangat kebersamaan tim juga penting, para pemain harus menyerang dan bertahan secara harmonis. Bagi saya itu kuncinya," kata Tuchel.

Baca juga: Dortmund harapkan tulah Haaland di Liga Champions

Yang jelas, Tuchel mengingat timnya agar tidak tenggelam dilamun atmosfer ganas Signal Iduna Park, yang salah satunya bisa ditempuh dengan menjaga ketenangan para pemain.

"Sulit untuk mengendalikan emosi Anda, terlebih lagi di sini. Saya tidak sepenuhnya yakin kami bisa melakukannnya 90 menit penuh," katanya.

"Tetapi kami harus bisa bermain dengan cerdas dan tak tenggelam dalam emosi, ini bakal menjadi ujian ketenangan, fokus dan kecermatan para pemain," pungkas Tuchel.

Baca juga: Neymar akui suka saksikan permainan Jadon Sancho

Baca juga: UEFA pangkas waktu koreksi keputusan wasit lewat VAR

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar