Cagar Alam Muara Kendawangan perlu dikelola kolaboratif, sebut BKSDA

Cagar Alam Muara Kendawangan perlu dikelola kolaboratif, sebut BKSDA

Kegiatan pelepasliaran orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, oleh BKSDA Kalbar, IAR Indonesia dan pihak Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR). (FOTO ANTARA/HO-BKSDA Kalbar)

Termasuk di dalamnya orang utan, bekantan dan penyu hijau. Dari hasil pemantauan bersama dengan Fauna and Flora International - Indonesia Program ditemukan sebanyak 25 sarang orang utan di dalam kawasan dan di luar kawasan cagar alam tersebut
Pontianak (ANTARA) - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta mengajak semua pihak untuk mengelola Cagar Alam Muara Kendawangan, Kabupaten Ketapang secara kolaboratif.

"Cagar Alam Muara Kendawangan di Kalbar ditunjuk sebagai kawasan cagar alam tahun 1982, yang kemudian ditetapkan tahun 1993, banyak menyimpan biodiversitas flora dan fauna dengan luas lahan sekitar 149.079 hektare, terdiri atas bukit, dataran, dan rawa-rawa," katanya dalam pernyataan kepada ANTARA  di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan, masih banyak potensi keanekaragaman hayati di dalam Cagar Alam Muara Kendawangan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh semua pihak, seperti enam jenis primata, tujuh jenis mamalia, sekitar 135 jenis avifauna, dan 34 jenis herpetofauna.

"Kawasan cagar alam tersebut masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk beberapa spesies penting dari 25 satwa terancam punah yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.

"Termasuk di dalamnya orang utan, bekantan dan penyu hijau. Dari hasil pemantauan bersama dengan Fauna and Flora International - Indonesia Program ditemukan sebanyak 25 sarang orang utan di dalam kawasan dan di luar kawasan cagar alam tersebut," katanya.

Dia menambahkan, meskipun demikian pengelolaan Cagar Alam Muara Kendawangan menghadapi berbagai tantangan, antara lain berupa kebakaran hutan yang setiap tahun terjadi, khususnya pada musim kemarau.

Selain itu, perburuan satwa dan aktivitas masyarakat dalam kawasan.

Kondisi aksesibilitas dan sumber daya alam berupa potensi tambang, kayu dan kekayaan satwa turut mendorong semakin meningkat dan meluasnya gangguan terhadap kawasan tersebut.

Dalam rangka mencari solusi dalam permasalahan di dalam cagar alam, BKSDA Kalbar dan Fauna and Flora International - Indonesia Programme telah mengadakan konsultasi publik dengan tema "Pengelolaan Cagar Alam Muara Kendawangan, Kalbar secara Kolaboratif" pada Rabu (19/2).

Ada  38 orang yang hadir dalam kegiatan itu, yang terdiri atas perwakilan desa, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Bappeda, pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarkat (LSM) lokal, dan sektor swasta.

Sementara itu, Perwakilan Fauna and Flora International - Indonesia Programme, Edy Nordiansyah menyatakan, konsultasi publik itu berguna untuk membagi informasi hasil survei keberadaan orangutan, hasil pendataan keanekaragaman hayati dan melakukan diskusi rencana tindak lanjut bersama BKSDA Kalbar ke depannya.

"Kami sebagai mitra turut membantu BKSDA Kalbar agar masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta yang berada di sekitar cagar alam turut terlibat dalam mewujudkan kelestarian dan keutuhan kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan dan keanekaragaman hayatinya yang mampu memberikan manfaat nyata baik bagi kawasan maupun komunitas di sekitarnya," kata Edy Nordiansyah.

Hasil akhir dari kegiatan konsultasi publik tersebut, yakni adanya rumusan hasil sebagai komitmen peserta yang hadir dalam membantu Cagar Alam Kendawangan.

Ringkasan rumusan hasil berisi mengenai kolaborasi akan terwujud apabila ada partisipasi secara aktif dari masyarakat, pemerintah kabupaten, pihak swasta/perkebunan, serta pihak terkait lainnya, serta adanya penguatan kapasitas kelembagaan pengelola meliputi pengembangan pengelolaan berbasis resort dan kemitraan dengan para pihak terkait.

"Hasil dari rumusan yang telah didiskusikan bersama sangat diharapkan ada kelanjutan yang dituang dalam Rencana Pengelolaan Jangka Panjang 2014-2024 BKSDA Kalbar. Semoga ke depannya tidak saja hanya kami (BKSDA) yang melakukan kegiatan, tetapi juga diikuti oleh semua pihak yang bersebelahan dengan cagar alam tersebut," kata Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta .

Baca juga: BKSDA- IAR Indonesia selamatkan dua orangutan dari dampak Karhutla

Baca juga: BKSDA-IAR Indonesia lepas liarkan beruang jantan di Ketapang

Baca juga: BKSDA-IAR Indonesia selamatkan satu orangutan korban kebakaran

Pewarta: Andilala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BKSDA Kalbar tampung hewan-hewan yang akan diselundupkan ke Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar