Cegah abrasi, Basarnas Mamuju tanam pohon bakau

Cegah abrasi, Basarnas Mamuju tanam pohon bakau

Kepala Kantor Basarnas Mamuju Djunaedi (tiga dari kiri) bersama unsur SAR dan Dharma Wanita Persatuan Basarnas Mamuju saat melakukan aksi penanaman pohon bakau dalam rangka HUT ke-48 Basarnas. ANTARA/HO/Basarnas Mamuju/pri.

salah satu upaya mendukung pelestarian hutan bakau
Mamuju (ANTARA) - Kantor Basarnas Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (22/2) melakukan aksi penanaman pohon bakau di wilayah pesisir yang akan berfungsi sebagai tanaman pencegah abrasi dan ekosistem hutan bakau akan memberikan perlindungan bagi kehidupan biota laut.

Kepala Kantor Basarnas Mamuju Djunaedi, Minggu mengatakan, aksi penanaman pohon bakau di Pantai Tampapadang, Kecamatan Kaluku, Kabupaten Mamuju itu  sebagai salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Basarnas.

"Kami bersama dengan potensi SAR berinisiatif melakukan gerakan penanaman pohon, sebagai salah satu upaya mendukung pelestarian hutan bakau, dan hal ini juga bertepatan untuk menyambut HUT ke-48 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional," kata Djunaidi.

Baca juga: Di Pantai Sulamanda-NTT, warga desa menanam ribuan pohon bakau
Baca juga: PLN tanam 1.000 pohon mangrove di Banda Aceh


Tanaman bakau kata Djunaedi memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai pencegah abrasi karena mampu memperlambat terjangan gelombang termasuk saat ada tsunami.
 
 
Aksi penanaman pohon bakau yang dilakukan Kantor Basarnas Mamuju bersama unsur SAR dan Dharma Wanita Persatuan Basarnas Mamuju dalam rangka HUT ke-48 Basarnas, Sabtu (22/2/2020).  ANTARA/HO-Basarnas Mamuju

Baca juga: Warga beramai-ramai tanam ribuan bakau
Baca juga: Cegah abrasi, 110.000 mangrove ditanam di Pantai Maron Semarang


"Hal tersebut menjadi tujuan dari gerakan menanam pohon bakau yang kami laksanakan di Kecamatan Kaluku, daerah pantai Tampapadang, pesisir pantai terdekat dengan bandara," ujar Djunaedi.

Ia juga menyampaikan bahwa perlu adanya rehabilitasi tanaman bakau untuk bisa mengurangi dampak yang bisa ditimbulkan dari ancaman tsunami, karenanya sangat perlu untuk melakukan penanaman pohon bakau di wilayah pesisir pantai tersebut.

"Kami ingin mengisi HUT dengan kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak, dan salah satunya adalah penanaman bakau. Selain itu, hari ini juga kami juga mengadakan kegiatan Gowes bersama dengan sejumlah instansi pemerintah juga potensi SAR wilayah Mamuju, Sulawesi Barat," ucap Djunaedi.

Baca juga: Masyarakat tanami pesisir Pandeglang dengan bakau
Baca juga: Para santri tanam 10.000 bakau di Situbondo

 

Pewarta: Amirullah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar