PAM JAYA benarkan pekerja proyeknya tewas saat bekerja

PAM JAYA benarkan pekerja proyeknya tewas saat bekerja

Ilustrasi pekerja kesetrum. (ANTARA)

Korban adalah pekerja yang dipekerjakan kontraktor
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya membenarkan pekerja proyeknya tewas dalam pengerjaan akses air perpipaan di Jalan Tanjung Pura 5 Kampung Maja RT 03/02 Pegadungan Kalideres Jakarta Barat, Minggu (23/2) malam.

"Korban adalah pekerja yang dipekerjakan kontraktor untuk proyek pembangunan jaringan distribusi ke wilayah Kelurahan Pegadungan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor dan diawasi oleh konsultan pengawas yang ditunjuk oleh PAM Jaya," ujar Direktur Utama PAM Jaya Bambang Hernowo, di Jakarta, Senin.

Bambang membenarkan apa yang dialami Budi Santoso (27) saat sedang melakukan penggalian saluran pipa dan mengenai kabel listrik yang tertanam sehingga tersengat pada Minggu pukul 19.30 WIB.

Budi telah dibawa ke RSUD Kalideres, kemudian dinyatakan oleh dokter bahwa korban sudah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Baca juga: Seorang penggali tanah PAM Jaya tewas tersetrum

“Kami berduka dan berbelasungkawa kepada keluarga korban. PAM Jaya akan memastikan bahwa korban dan keluarganya mendapatkan hak normatif sesuai ketentuan yang ada," ujar Bambang.

PAM Jaya memastikan izin lokasi galian, aspek K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), serta BPJS bagi pekerja kontraktor sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu pihaknya juga melakukan evaluasi dan tindakan koreksi yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja.

"Kami meminta maaf atas insiden ini kepada keluarga korban dan memastikan bahwa korban tertangani dengan baik. Saat ini korban dibawa ke kampung halamannya di Cirebon untuk segera dimakamkan," ujar Bambang.

Baca juga: PAM Jaya wariskan intalasi pembersih air di Kepulauan Seribu

Pekerjaan galian tersebut dilakukan PAM Jaya untuk meningkatkan pelayanan dan memperluas jaringan air bersih di Jakarta Barat, khususnya di wilayah Kelurahan Pegadungan yang sampai saat ini belum mendapatkan akses air perpipaan.
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PAM Jaya: Harga air tanah jauh lebih mahal dari air pipa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar