Laporan dari London

KBRI di Roma minta WNI di Italia waspada

KBRI di Roma minta WNI di Italia waspada

Ilustrasi perawatan pasien pengidap virus Corona. ANTARA/HO Diskominfo Garut

London (ANTARA) - Kedutaan Besar Indonesia di Roma meminta seluruh masyarakat Indonesia di Italia, terkait penyebaran virus Corona di wilayah Italia Utara, tidak mengunjungi wilayah di mana wabah virus itu merebak, termasuk di beberapa kota di Italia bagian utara. Kota-kota itu di antaranya Codogno (Lombardia), Vo 'Euganeo (Veneto), dan Torino (Piermonte) serta menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi.

Himbauan itu disampaikan Kedutaan Indonesia di Roma, Senin, dalam pesannya yang dimuat sosmed mereka sehubungan wilayah Italia di bagian utara yang kena virus Corona, yakni Lombardi dan Veneto. Adapun otoritas setempat telah mengumumkan infeksi dan penyebaran virus Corona sudah meluas.

WNI di Italia, menurut pemberitahuan itu, untuk menghubungi dokter jika memiliki gejala sakit serta mengikuti perkembangan informasi pemerintah Italia atau daerah setempat.

Baca juga: Dua meninggal, 79 idap virus corona di Italia

Kedutaan Besar Indonesia di Roma juga mengimbau WNI tetap tenang dan waspada, menjaga kebersihan dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol. “Sebisa mungkin menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk.”

Situasi di Milano masih aman meski sekolah dan universitas diliburkan selama seminggu dan beberapa kegiatan umum, di antaranya karnaval yang biasa diadakan pada musim semi, dibatalkan serta pertandingan sepakbola juga dibatalkan.

Baca juga: Sejumlah pertandingan Liga Italia ditunda karena wabah virus corona

Warga Indonesia di Milano, Rieska Wulandari, Senin, mengatakan, menyusul kasus virus Corona yang terkonfirmasi hingga 500 orang dalam waktu yang sangat cepat di Italia dan menyebabkan lima pasien meninggal, pemerintah setempat mencoba meminimalisasi kontak dan penyebaran virus dengan langkah menutup kota-kota dan mengurangi aktifitas warga secara masif.

"Mulai Sabtu pekan lalu, aktivitas sekolah dari TPA hingga universitas, museum, pusat kebugaran, stadion olahraga, gereja, dan semua tempat yang merupakan pusat berkumpul orang, ditutup hingga dua pekan yang akan datang. Gereja dan aktivitas misa dan pertemuan keagamaan juga dibatalkan," ujar Wulandari.

Baca juga: Kini giliran Italia yang laporkan dua kasus pertama virus corona

Sementara itu warga lain Indonesia yang menetap di Novora, Milan, Septawiyana Pengue, mengatakan, putrinya Anastasia Alesha Pengue (15), bersekolah di Liceo Linguistico, kelas 1 SMA di Novora, Milano, diliburkan selama seminggu hingga 29 Februari. “Nanti akan dievaluasi lagi,” kata dia.

"Sebenarnya di Novara, sekolah memang libur mulai hari Senin hingga Rabu karena ada karnaval namun karena berita penyebaran virus Corona akhirnya libur itu diperpanjang selama dua hari hingga akhir bulan," ujar dia.

Menurut dia, sekolah dan universitas ditutup selama seminggu dan banyak toko yang juga tutup, pada akhir pekan supermaket besar habis diborong. Sebagian warga setempat cukup panik sehingga memborong barang-barang keperluan.

Baca juga: Italia benarkan kasus ketiga corona, WN yang dievakuasi dari China

Adapun Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Milano, Andrew Wibawa, mengatakan, situasi di Milano masih dalam kondisi terkendali dan baik-baik saja, hanya saja di Milano untuk mendapatkan masker tidak mudah.

"Saat ini terdapat sekitar 90 mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Milano," ujar dia yang tengah menuntut ilmu di salah satu universitas di Milan.

“Sampai sekarang kami masih koordinasi terus dengan KBRI. Kebetulan sekarang seluruh univesitas di Lombaradia diliburkan sehingga mahasiswa Indonesia kebanyakan berdiam di rumah. Kami sudah mengabarkan ke KBRI Roma mengenai kelangkaan masker. Mudah-mudahan KBRI bisa membantu," ujar Wibawa, yang kuliah di Politecnico di Milano.

Baca juga: Italia evakuasi 35 warganya dari kapal pesiar Diamond Princess

Ia katakan, sampai saat ini kondisi masih kondusif, bahan pangan juga masih tersedia di supermarket. "Tidak ada yang perlu dikuatirkan," ujar dia.

Pemerintah Italia telah menetapkan sejumlah kota di sana dalam status karantina setelah jumlah infeksi coronavirus yang dilaporkan mencapai 100 kasus pada hari Minggu; jumlah sebaran virus paling banyak sejauh ini di Eropa.

Baca juga: China: Italia bersedia lanjutkan penerbangan

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan pada Sabtu, orang-orang tidak boleh meninggalkan kota-kota yang terkena dampak di Lombardy dan Veneto kecuali mereka memiliki izin khusus; pertemuan dan acara publik ditangguhkan dan beberapa sekolah dan universitas akan ditutup.

Di antara kota-kota di Lombardy yang terkena dampak adalah Codogno, Castiglione d'Adda, dan Casalpusterlengo. Warga di ketiga kota, yang terletak di sebelah tenggara Milano, disuruh tinggal di dalam rumah pada Jumat setelah enam kasus virus korona didiagnosis.

Baca juga: EU belum rencanakan pembatasan perjalanan Schengen terkait corona

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menag: Jangan tolak jenazah pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar