Manado (ANTARA News) - Danau Tondano, salah satu obyek wisata di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), terancam pendangkalan oleh lumpur dari 12 sungai bermuara di danau itu.

Ada 12 sungai yang mengalir ke Danau Tondano, dan hanya tiga yang sudah dilengkapi dum penahan lumpur, kata anggota DPRD Sulut, Steven Kandouw, usai melaporkan hasil reses awal tahun 2009, Senin, di Manado.

Sementara sembilan anak sungai yang mengaliri danau tersebut belum dilengkapi dum, sehingga berpotensi mengalirkan lumpur dari sejumlah gunung di daerah itu dan merusak konservasi danau tersebut.

Personil Fraksi PDIP mengharapkan pihak pemerintah segera membangun dum di lokasi outlet sungai, agar supaya ada langkah antisipasi, mengingat curah hujan di daerah itu cukup tinggi dan terjadi setiap saat.

Jika curah hujan terjadi di daerah itu, kondisi danau Tondano sangat memprihatinkan, padahal Daerah Aliran Sungai (DAS) dari danau itu dimanfaatkan ribuan warga Manado dan Bitung untuk air minum serta Pembangkit Listrik Tenaga Air, katanya.

Danau Tondano yang menjadi aset pariwisata yang sangat indah di daerah itu, terletak 600 meter dari permukaan laut, dengan dikelilingi daerah pegunungan yang rata-rata memiliki ketinggian 700 meter, sehingga bentuknya menyerupai sarang burung, dimana banyak orang datang untuk berwisata.

Persoalan lain dialami danau dengan luas 4.278 hektar itu, bahwa wilayah pesisir yang dikonservasi menjadi areal lindung mulai dikikis dengan aksi pembalakan liar, sehingga mengharapkan pihak kepolisian turut menangani persoalan tersebut.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009